Abstrak


PERMODELAN NUMERIK STABILITAS LERENG PANTAIDENGAN STRUKTUR PELINDUNG BERBASIS RUBBLEMOUND, TETRAPOD, DAN GEOTEKSTIL MENGGUNAKANPLAXIS 2D


Oleh :
Arkaan Hakiem - I0122029 - Fak. Teknik

Wilayah pesisir Pantai Padang Galak, Sanur, Bali rentan mengalami erosi danketidakstabilan lereng akibat beban dinamis gelombang laut, terutama pada lerengtanpa struktur pelindung. Penelitian ini menganalisis karakteristik gelombangsebagai dasar beban hidrodinamik ekuivalen, mengevaluasi respons stabilitas dandeformasi lereng eksisting dan berperkuatan, serta mengidentifikasi kondisipembebanan paling kritis terhadap stabilitas lereng. Analisis menggunakanpemodelan numerik PLAXIS dengan pendekatan tegangan bidang pada tigaskenario: lereng eksisting tanpa perkuatan, lereng dengan rubble moundBreakwater dan geotekstil, serta lereng dengan tetrapod Breakwater dan geotekstil.Karakteristik gelombang diperoleh dari data reanalisis ERA5 selama satu bulan,dengan tinggi gelombang signifikan maksimum sebesar 1,785 m, periode puncak5,44 detik, dan arah dominan 316,01°, dikonversi melalui parameter run-up sebesar1,14 m menjadi beban hidrodinamik sebesar 16,04 kN/m. Lereng eksistingmenghasilkan safety factor sebesar 2,498, deformasi maksimum 7,352×10⁻³ m, dansebaran titik leleh yang luas. Perkuatan rubble mound Breakwater dan geotekstilTS70 menghasilkan safety factor sebesar 2,828, reduksi deformasi time history 13%,dan tekanan air pori berlebih maksimum 66,99 kN/m². Perkuatan tetrapod dangeotekstil TS70 menghasilkan safety factor sebesar 3,046, tekanan air pori berlebihmaksimum 5,913 kN/m², dan titik leleh paling sedikit. Perbedaan kinerja inidisebabkan perbedaan kohesi dan permeabilitas kedua struktur, yang memengaruhidisipasi tekanan air pori dan distribusi tegangan pada tanah dasar. Hasil penelitianini menjadi dasar pertimbangan teknis pemilihan struktur pelindung lereng pantaiyang efektif terhadap pembebanan gelombang.