Abstrak


Kesesuaian Desa Trangsan sebagai Desa Wisata di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo


Oleh :
Aliyyah Hanan Zhafirah - I0622008 - Fak. Teknik

Desa Trangsan merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo yang memiliki potensi wisata berbasis kerajinan rotan, budaya, dan kehidupan masyarakat. Kerajinan rotan menjadi identitas utama Desa Trangsan yang dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata melalui kegiatan kunjungan industri dan pembelajaran proses pembuatan kerajinan. Namun, dalam penyelenggaraan sebagai desa wisata masih terdapat keterbatasan fasilitas pendukung pariwisata. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan dalam penyelenggaraan Desa Trangsan sebagai desa wisata. Oleh karena itu, diperlukan penilaian untuk mengetahui tingkat kesesuaian Desa Trangsan sebagai desa wisata. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Penilaian dilakukan berdasarkan lima variabel, yaitu atraksi desa wisata, sarana prasarana desa wisata, ekonomi desa wisata, aksesibilitas desa wisata, dan pengelolaan desa wisata. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Trangsan termasuk dalam kategori kesesuaian sedang dengan pengelolaan desa wisata menjadi aspek yang paling mendukung kesesuaian Desa Trangsan sebagai desa wisata. Hal tersebut didukung oleh keberadaan BUMDes, Pokdarwis, dan koperasi serta partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan desa wisata. Pada sarana prasarana desa wisata juga mendukung penyelenggaraan kegiatan wisata, meskipun masih terdapat beberapa fasilitas yang belum tersedia serta kualitas fasilitas dan infrastruktur yang belum optimal. Pada aksesibilitas desa wisata, kondisi akses Desa Trangsan mendukung kegiatan wisata, tetapi masih terdapat keterbatasan transportasi umum dan konektivitas dengan potensi wisata lainnya. Sementara itu, pada atraksi dan ekonomi desa wisata memperoleh nilai yang lebih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh pemanfaatan potensi wisata alam yang masih terbatas dan proporsi masyarakat yang bekerja pada sektor wisata yang masih relatif rendah meskipun telah terdapat berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung kegiatan wisata. Dengan demikian, Desa Trangsan memiliki tingkat kesesuaian sedang sebagai desa wisata, yang menunjukkan bahwa sebagian besar komponen desa wisata telah terpenuhi, tetapi masih terdapat aspek yang perlu dioptimalkan untuk mencapai tingkat kesesuaian yang lebih tinggi sebagai desa wisata.