Abstrak


Kesesuaian Pengembangan Desa Girilayu sebagai Destinasi Wisata Edukasi di Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Fia Sholihah - I0622036 - Fak. Teknik

Pariwisata merupakan sektor yang berperan dalam pembangunan ekonomi dan sosial, salah satunya melalui pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal yang dikemas dalam bentuk wisata edukasi dengan unsur pembelajaran melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan budaya lokal. Desa Girilayu di Kabupaten Karanganyar memiliki potensi batik khas Girilayu sebagai daya tarik utama wisata edukasi yang didukung oleh adanya Rumah Batik Girilayu, tersedianya paket wisata, serta dukungan peran pemerintah desa, BUMDes Giri Makmur, dan Pokdarwis dalam pengelolaannya. Namun, pengembangan Desa Wisata Batik Girilayu masih menghadapi keterbatasan berupa belum tersedianya jaringan sanitasi limbah industri selain pada kelompok batik vokasi serta fasilitas penunjang seperti kantor informasi, biro perjalanan wisata, dan tempat parkir khusus wisata. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penilaian untuk mengetahui sejauh mana pengembangan Desa Girilayu telah sesuai sebagai destinasi wisata edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian pengembangan Desa Girilayu sebagai destinasi wisata edukasi di Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan Teknik analisis skoring. Penilaian dilakukan berdasarkan lima komponen, yaitu atraksi wisata edukasi, sarana prasarana destinasi wisata edukasi, kelembagaan wisata edukasi, aksesibilitas wisata, dan ekonomi wisata edukasi. Data Penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Desa Girilayu sebagai destinasi wisata edukasi berada pada kategori Kesesuaian Sedang. Kondisi tersebut didukung oleh pengembangan atraksi wisata edukasi, peningkatan sarana prasarana, penguatan kelembagaan, perbaikan aksesibilitas, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Meskipun demikian, manfaat ekonomi bagi masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan layanan transportasi masih perlu ditingkatkan.