Abstrak
Pengembangan Instrumen Two Tier Diagnostic Berbasis Etnosains untuk Mendiagnosis Miskonsepsi pada Materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar
Oleh :
Isnaini Intan Pratiwi - K2322040 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik parameter butir instrumen TwoTier Diagnostic berbasis etnosains pada materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar, dan (2) memetakan pola miskonsepsi murid kelas XI SMA berdasarkan wilayah dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan instrumen Djemari Mardapi yang meliputi tahap perencanaan tes, uji coba tes, dan pengukuran. Instrumen dikembangkan dalam bentuk Two Tier Multiple Choice berbasis etnosains dan diintegrasikan ke dalam platform digital Diaglo (Diagnostic Lokal). Analisis instrumen dilakukan menggunakan Rasch Model dengan pendekatan Partial Credit Model (PCM) melalui program quest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir soal memenuhi kriteria kesesuaian model dengan nilai Infit MNSQ sebesar 0,88–1,20 dan Outfit t sebesar −0,7 hingga 1,0. Parameter threshold menunjukkan kategori yang berfungsi dengan baik, sedangkan reliabilitas instrumen pada tahap pengukuran sebesar 0,71 dengan kategori baik. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa miskonsepsi murid berada pada kategori rendah, dengan persentase tertinggi pada subtopik torsi (31,40%), diikuti momen inersia (29,60%), kesetimbangan benda tegar (28,60%), dan titik berat (24,40%). Berdasarkan wilayah, persentase miskonsepsi murid disalah satu sekolah diSukoharjo sebesar 30,45% dan disalah satu sekolah diSurakarta sebesar 26,55%, sedangkan berdasarkan jenis kelamin persentase miskonsepsi murid perempuan sebesar 29,11% dan laki-laki sebesar 27,35%. Instrumen yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi murid pada materi Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar.