Abstrak


PENGARUH PENGGUNAAN TANDAN KOSONG, UJUNG PELEPAH, DAN KOMBINASI UJUNG PELEPAH KELAPA SAWIT DENGAN PUPUK HAYATI MIKORIZA TERHADAP SIFAT BIOTIK TANAH PADA GAWANGAN HIDUP


Oleh :
Muhammad Nurul Huda - H0222082 - Fak. Pertanian

Gawangan hidup pada tanaman kelapa sawit fase menghasilkan memiliki peran penting sebagai zona aktif pertumbuhan akar, karena memiliki jangkauan radius 6,5 m dari batang serta gawangan hidup menjadi area aplikasi beberapa jenis pupuk. Namun, operasional perkebunan yang berjalan intensif menyebabkan permukaan tanah relatif terbuka sehingga rentan mengalami degradasi, ditandai dengan hilangnya lapisan top soil dan terlihatnya perakaran tanaman. Hilangnya lapisan top soil menyebabkan penurunan bahan organik sebagai sumber energi organisme tanah dan menurunnya hara tanah yang tercermin pada rendahnya N-total dan C-organik. Kondisi pH tanah yang masam juga memperparah penurunan habitat organisme serta ketersediaan sumber energi. Akibatnya, berdampak pada rendahnya sifat biotik tanah seperti, populasi cacing 3 individu m-2, populasi makrofauna 5 individu m-2, dan soil feeding activity 1,65%. Penelitian ini bertujuan menentukan perlakuan terbaik dalam memperbaiki sifat biotik tanah di gawangan hidup. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan (A: Kontrol, B: TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) 40 ton/ha, C: TKKS 80 ton/ha, D: ujung pelepah, E: kombinasi ujung pelepah dengan pupuk hayati mikoriza) dan direplikasi sebanyak lima ulangan, sehingga diperoleh 25 plot yang diamati selama tiga bulan. Parameter yang diamati meliputi populasi cacing tanah, kepadatan makrofauna tanah, dan soil feeding activity sebagai indikator biotik tanah. Hasil menunjukkan TKKS 40 ton/ha memberikan sifat biotik tanah terbaik pada hasil pengamatan, ditunjukan dengan hasil rerata pembobotan skor dari parameter populasi cacing, kepadatan populasi makrofauna, dan soil feeding activity dengan nilai sebesar 0,51. Perbaikan sifat biotik mencerminkan peningkatan kualitas tanah yang dapat mendukung pertumbuhan akar dan efektivitas pemupukan, serta dapat berimplikasi terhadap peningkatan produktivitas tanaman secara berkelanjutan