Abstrak


STADION AKUATIK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI KABUPATEN SLEMAN


Oleh :
Syafi Pramudito Athallah Ts - I0222138 - Fak. Teknik

Penurunan prestasi olahraga akuatik Indonesia dan belum pernahnya Indonesia menjadi tuan rumah World Aquatics Championship dipengaruhi oleh minimnya sarana kolam renang beserta fasilitas pendukungnya yang sesuai dengan persyaratan World Aquatics. Memanfaatkan potensi strategis geografis, sosial, ekonomi, pariwisata, dan transportasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pembangunan Stadion Akuatik diarahkan di Kabupaten Sleman sebagai pusat pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Proyek perancangan ini bertujuan menghasilkan konsep Stadion Akuatik yang representatif untuk memenuhi standar internasional dan menyediakan fasilitas pelatihan yang komprehensif untuk cabang olahraga renang, loncat indah, polo air, dan renang indah. Metode perancangan yang digunakan mencakup analisis kriteria tapak, tata ruang, struktur, dan utilitas, serta berpedoman pada studi preseden Stadion Akuatik Gelora Bung Karno dan London Aquatic Centre. Perancangan ini mengadopsi pendekatan Arsitektur Kontemporer yang menjunjung prinsip rancangan fungsional, penciptaan ruang luas bebas halangan struktural melalui sistem atap bentang lebar truss frame, optimalisasi cahaya alami melalui bidang kaca lebar, serta penggunaan fasad fungsional (secondary skin) yang tanggap terhadap iklim tropis. Hasil rancangan ini berupa konsep stadion olahraga yang memiliki kejelasan zoning vertikal, sistem sirkulasi yang terpisah secara aman untuk tiap penggunanya, serta dilengkapi sistem utilitas canggih yang terintegrasi (seperti filtrasi dan pengontrol suhu air kolam). Diharapkan perancangan Stadion Akuatik ini dapat menjadi solusi sarana pembinaan atlet nasional menuju panggung olahraga internasional.