Speech delay merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa pada anak usia dini yang masih menjadi permasalahan di Indonesia. Rendahnya pengetahuan orang tua mengenai tanda-tanda awal, faktor penyebab, serta pentingnya stimulasi komunikasi menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi dan menangani kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan merancang kampanye digital berupa iklan layanan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap speech delay pada anak usia dini melalui media sosial Instagram. Penelitian menggunakan metode Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara dengan praktisi dan partisipan, observasi media sosial, serta penyebaran kuesioner sebagai evaluasi media. Hasil penelitian berupa perancangan kampanye digital yang memanfaatkan pendekatan storytelling emosional melalui iklan layanan masyarakat berbasis audio visual, didukung oleh konten edukasi media sosial mengenai speech delay yang disusun berdasarkan hasil penelitian dan kebutuhan target audiens. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media yang dirancang mampu menarik perhatian audiens, meningkatkan rasa ingin tahu terhadap isu speech delay, serta menyampaikan pesan secara persuasif sesuai tujuan kampanye. Dengan demikian, pendekatan storytelling emosional pada media digital berpotensi menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya deteksi dini dan stimulasi komunikasi pada anak usia dini.