Abstrak
Pengaruh Literasi Keuangan Wirausaha terhadap Inovasi Teknologi UMKM dengan Management Control System dan Risk-Taking sebagai Variabel Mediasi
Oleh :
Shantyka Samudera Kencana - K7622106 - Fak. KIP
UMKM memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, tetapi tingkat inovasi teknologi UMKM di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, masih belum merata. Inovasi yang dilakukan pelaku UMKM sejauh ini masih didominasi oleh perubahan pemasaran melalui media sosial yang bersifat spontan, sementara perubahan proses produksi dan pengembangan produk baru masih jarang dilakukan. Permasalahan tersebut diduga bersumber dari rendahnya literasi keuangan wirausaha, lemahnya penerapan Management Control System, dan terbatasnya risk-taking pelaku UMKM secara terukur, serta belum jelasnya mekanisme yang menghubungkan pengetahuan finansial pemilik usaha dengan tindakan inovatif organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan wirausaha terhadap inovasi teknologi UMKM dengan Management Control System dan risk-taking sebagai variabel mediasi pada pelaku UMKM di Karanganyar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan metode survei cross-sectional. Sampel terdiri dari pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan tersebar di beberapa kelurahan di Kecamatan Karanganyar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan wirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi teknologi UMKM, Management Control System, dan risk-taking. Management Control System dan risk-taking masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi teknologi UMKM. Selain itu, Management Control System dan risk-taking terbukti memediasi secara parsial dan signifikan pengaruh literasi keuangan wirausaha terhadap inovasi teknologi UMKM, dengan risk-taking terbukti sebagai mediator yang lebih kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan inovasi teknologi UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan literasi keuangan, tetapi harus disertai penguatan sistem pengendalian manajemen dan orientasi pengambilan risiko secara terukur.