Abstrak


Pengaruh Penggunaan Game Edukasi Berbasis Leveling dan Feedback Instan melalui Inquiry Learning terhadap Pemahaman Konsep Fisika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa


Oleh :
Raudatul Intan Elok Mutiyara - K2322067 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pemahaman konsep gerak melingkar beraturan antara siswa pengguna game edukasi dan modul konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep berdasarkan tingkat motivasi belajar, serta (3) interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap pemahaman konsep siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan game edukasi yang mengintegrasikan berbagai komponen pembelajaran materi gerak melingkar beraturan dalam satu platform dengan fitur leveling (pembagian materi dan penyusunan secara bertahap dari konsep dasar hingga kompleks) dan instant feedback (umpan balik langsung berupa pembahasan soal, poin, dan skor), serta menguji efektivitasnya terhadap pemahaman konsep dengan mempertimbangkan motivasi belajar sebagai variabel moderator. Penelitian ekperimen semu ini dilaksanakan di SMA N 1 Banyudono dengan desain faktorial 2×2. Sampel dipilih menggunakan teknik convenience sampling, sehingga diperoleh kelas X-4 sebagai kelompok eksperimen (32 siswa) dan kelas X-1 sebagai kelompok kontrol (31 siswa). Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, angket, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dua jalan sel tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (F(1,59)=29,243; p<0,001; η_p^2=0,331), dengan rata-rata kelompok eksperimen (71,90) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (59,70). Terdapat pula perbedaan pemahaman konsep berdasarkan motivasi belajar (F(1,59)=6,296; p=0,015; η_p^2=0,096). Namun, hasil uji mengatakan bahwa tidak terdapat interaksi antara media pembelajaran dan motivasi belajar (F(1,59)=0,358; p=0,552; η_p^2=0,006). Dengan demikian, penggunaan game edukasi ini terbukti lebih efektif dibandingkan penggunaan modul konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep gerak melingkar beraturan.