Abstrak


BUDIDAYA TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DENGAN PENGAPLIKASIAN AGEN HAYATI TRICHODERMA


Oleh :
Khoirun Nisa Salma Salsa Billa - V4123049 - Sekolah Vokasi

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang permintaan pasarnya terus meningkat. Budidaya tomat adalah salah satu usaha hortikultura yang memiliki prospek ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering mengalami kendala akibat serangan hama, penyakit, serta penggunaan pestisida kimia yang berlebihan sehingga berpotensi menimbulkan residu pada lingkungan dan hasil panen. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada budidaya tomat adalah penggunaan agen hayati Trichoderma yang berperan sebagai pengendali hayati sekaligus baik untuk pertumbuhan tanaman. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil budidaya tomat dengan pengaplikasian Trichoderma mempraktikkan pemasaran hasil panen, serta menganalisis kelayakan usahatani budidaya tomat sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi produk. Kegiatan dilaksanakan di Tanon Kidul, RT 04/RW 04 Gedongan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada bulan Maret hingga juni 2026. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lingkungan, praktik budidaya secara langsung, pemasaran hasil panen, dan analisis usahatani. Budidaya menggunakan benih tomat varietas Servo F1 dengan aplikasi Trichoderma. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah nodia, diameter buah, berat buah, dan tingkat kemanisan buah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan budidaya secara umum masih mampu mendukung pertumbuhan tanaman tomat meskipun suhu relatif lebih tinggi dari kisaran optimum. Pengaplikasian Trichoderma dapat membantu menjaga kesehatan perakaran, meningkatkan pertumbuhan tanaman, mendukung pembentukan buah, serta menekan serangan penyakit. Pemasaran dilakukan secara langsung (Offline) kepada tengkulak sayur dan masyarakat sekitar melalui strategi STP (segmentation, targeting, positioning) dan bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion). Analisis usahatani dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, B/C ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis usahatani diperoleh total biaya produksi sebesar Rp431.312, total penerimaan Rp500.250, dan pendapatan bersih Rp68.938. Nilai BEP harga sebesar Rp8.215/kg, BEP produksi sebesar 45,4 kg, R/C Ratio sebesar 1,15 dan B/C Ratio sebesar 0,15 yang menunjukan bahwa usahatani budidaya tomat layak untuk dijalankan dan mampu memberikan keuntungan dengan nilai kelayakan usahatani yang positif. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa budidaya dengan pengaplikasian Trichoderma mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat serta mendukung kelayakan usaha budidaya. Selain itu, penerapan strategi pemasaran yang tepat dapat membantu meningkatkan nilai jual produk.