Abstrak


Aplikasi Pelepah KelapaSawit, Tandan Kosong Kelapa Sawit, dan Biofertilizer (Mikoriza) Terhadap Sifat Fisika dan Biologi Pada Tanah Spodosol


Oleh :
Fariz Muzziqri - H0222042 - Fak. Pertanian

Tanah spodosol yang banyak digunakan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit memiliki kendala kesuburan rendah akibat tekstur pasir dan lapisan spodik dangkal. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh aplikasi ujung pelepah kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dan biofertilizer mikoriza terhadap sifat fisika (berat volume) dan biologi tanah (kepadatan makrofauna, indeks keanekaragaman, kemerataan, kekayaan jenis, aktivitas makan tanah, dan Corganik) pada tanah spodosol. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit Kalimantan Tengah pada Maret–Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tujuh perlakuan (kontrol, TKKS 40, 80, 120 ton/ha/tahun, ujung pelepah, ujung pelepah + biofertilizer, dan biofertilizer tunggal) masing-masing lima ulangan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh perlakuan biomassa dan biofertilizer nyata menurunkan berat volume tanah (1,45–1,55 g/cm³) dibanding kontrol (1,64 g/cm³) serta meningkatkan C-organik hingga 1,54% pada TKKS 120 ton/ha. Kepadatan makrofauna tertinggi dijumpai pada TKKS 120 ton/ha (192 ind/m²) dengan indeks keanekaragaman sedang (H’=1,53). Makrofauna didominasi oleh Formicidae (46,1%) dan Oligochaeta (10,9%). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sangat nyata antar indeks makrofauna, namun tidak terdapat hubungan kuat antara sifat fisika dan biologi tanah, kecuali korelasi negatif nyata antara C-organik dan aktivitas makan tanah. Perlakuan TKKS 120 ton/ha cenderung paling unggul dalam memperbaiki sebagian besar parameter biologi, sementara kombinasi ujung pelepah dan biofertilizer paling efektif menurunkan berat volume tanah.