;

Abstrak


Kecenderungan Delaminasi Akibat Susut Pada Patch Repair Berbasis Alkali Activated Slag/Fly Ash


Oleh :
Paskalis Guntur Hikmat - S942408013 - Fak. Teknik

Delaminasi merupakan salah satu kegagalan utama pada sistem patch repair beton yang sering dipicu oleh susut diferensial antara material perbaikan dan beton substrat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio slag/fly ash terhadap perilaku susut, deformasi curling, tegangan antarmuka, kuat lekat, serta kecenderungan delaminasi pada mortar patch repair berbasis alkali-activated slag/fly ash (AASF). Tiga variasi rasio slag/fly ash yaitu 85/15, 75/25, dan 65/35 diuji secara eksperimental. Pengujian yang dilakukan meliputi susut bebas hingga umur 90 hari, deformasi elevasi curling pada balok komposit, kuat geser miring (slant shear), dan kuat tarik belah (splitting tensile). Analisis tegangan dilakukan menggunakan pendekatan semi-empiris viskoelastik dan kriteria interaksi kuadratik untuk mengevaluasi risiko delaminasi mixed-mode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi slag secara signifikan meningkatkan nilai susut, elevasi curling, serta tegangan geser dan peeling stress di antarmuka. Indeks delaminasi mencapai puncak pada umur 56 hari kemudian menurun akibat pengaruh relaksasi creep. Meskipun demikian, rasio slag tinggi juga menghasilkan kuat lekat tertinggi. Rasio slag/fly ash 75/25 memberikan keseimbangan paling optimal antara kekuatan mekanik awal, kuat lekat antarmuka, dan pengendalian risiko delaminasi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pendekatan analisis terintegrasi antara gaya pendorong (driving force) dan gaya penahan (resisting force) serta rekomendasi formulasi material repair AASF yang berkelanjutan untuk aplikasi rehabilitasi beton di Indonesia.