Abstrak


Keefektifan Konseling Kelompok Cognitive Behavior Therapy untuk Mereduksi Kecenderungan People Pleasing Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Surakarta


Oleh :
Sendria Faradila Putri Utami - K3122072 - Fak. KIP

Tingginya tingkat kecenderungan pemikiran people pleasing pada siswa dapat berdampak negatif terhadap kemampuan dalam memprioritaskan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan konseling kelompok cognitive behavior therapy untuk mereduksi kecenderungan pemikiran people pleasing siswa kelas XI SMA negeri 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode quasi eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria memiliki tingkat kecenderungan pemikiran people pleasing yang tinggi. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala psikologis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas isi menggunakan CVI (Content Validity Index), uji validitas konstruk menggunakan Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan Gain Score dan Uji Wilcoxon. Hasil analisis Gain Score menunjukkan adanya perbedaan skor sebelum dilakukan intervensi (pre-test) sebesar 580 dan setelah diberikan intervensi (post-test) sebesar 464 yang berarti bahwa terjadi penurunan tingkat kecenderungan pemikiran people pleasing sebesar 116. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.012 yang berarti nilai tersebut kurang dari kriteria nilai signifikasi yang telah ditentukan yakni sebesar <0.05. Hasil tersebut menunjukkan hipotesis (Ha) diterima, yang berarti konseling kelompok cognitive behavior therapy efektif untuk mereduksi kecenderungan pemikiran people pleasing siswa kelas XI SMA Negeri 1 Surakarta. Saran bagi guru BK untuk dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar rujukan dalam melaksanakan strategi layanan konseling kelompok cognitive behavior therapy untuk mereduksi kecenderungan pemikiran people pleasing pada siswa. Peneliti selanjutnya dapat melengkapi dengan penggunaan media yang variatif, inovatif, dan menarikĀ  untuk digunakan dalam layanan konseling kelompok untuk mereduksi kecenderungan pemikiran people pleasing.