Abstrak


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Pemuda Terhadap Profesi Petani di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar


Oleh :
Bimo Wijaya Atmojo - H0422024 - Fak. Pertanian

Bimo Wijaya Atmojo. H0422024.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemuda terhadap Profesi Petani di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penelitian ini dibawah bimbingan dari Dr. Ir. Sugihardjo, M.S. dan Putri Permatasari, S.P., M.Si.Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, yang menjadi salah satu tantangan dalam regenerasi petani. Di Desa Jaten, sebagian besar pemuda cenderung memilih pekerjaan di sektor nonpertanian karena dianggap lebih modern, memiliki pendapatan yang lebih stabil, serta memberikan peluang karier yang lebih jelas. Sementara itu, profesi petani masih sering dipandang sebagai pekerjaan yang berat, berisiko, dan kurang memiliki prestise sosial. Kondisi tersebut menjadi dasar penelitian untuk mengetahui tingkat minat pemuda sekaligus faktor-faktor yang memengaruhinya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis faktor internal dan eksternal yang diduga memengaruhi minat pemuda menjadi petani. Faktor internal terdiri atas pendidikan, motivasi, dan pengetahuan pertanian, sedangkan faktor eksternal meliputi dukungan keluarga, dukungan pemerintah, ketersediaan sumber daya alam, dan kepemilikan lahan pertanian. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat pemuda menjadi petani. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial serta pengaruh seluruh variabel secara simultan terhadap minat pemuda menjadi petani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat pemuda terhadap profesi petani masih tergolong rendah. Dari tujuh faktor yang dianalisis, motivasi merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat pemuda menjadi petani, dengan koefisien regresi sebesar 0,073 dan signifikansi 0,000. Sementara itu, pendidikan, pengetahuan pertanian, dukungan keluarga, dukungan pemerintah, ketersediaan sumber daya alam, dan kepemilikan lahan pertanian tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Meskipun demikian, secara simultan seluruh variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda, dengan nilai R² sebesar 0,768, yang berarti 76,8% variasi minat pemuda dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam penelitian Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi menjadi faktor paling dominan dalam membentuk minat pemuda terhadap profesi petani di Desa Jaten. Oleh karena itu, upaya meningkatkan regenerasi petani perlu diarahkan tidak hanya pada penyediaan sumber daya, tetapi juga pada pembangunan motivasi dan perubahan pandangan pemuda terhadap profesi pertanian. Pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dapat berperan melalui pelatihan pertanian modern, kewirausahaan agribisnis, digital farming, pendampingan usaha, akses permodalan, serta pengenalan keberhasilan petani muda. Dengan demikian, sektor pertanian dapat dipandang sebagai profesi yang modern, inovatif, memiliki nilai ekonomi, dan mampu memberikan prospek masa depan bagi generasi muda