Abstrak


EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN STEAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2025/2026


Oleh :
Erika Putri Amelia - K1322036 - Fak. KIP

Erika Putri Amelia, K1322036. Pembimbing: Sutopo, S.Pd., M.Pd. Eksperimentasi Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Pendekatan STEAM terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Ditinjau dari Self Regulated Learning Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sukoharjo Tahun Ajaran 2025/2026. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026. Model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan STEAM merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang dihasilkan oleh model PjBL dengan pendekatan STEAM dan pembelajaran langsung, (2) perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang dihasilkan oleh siswa dengan Self Regulated Learning (SRL) tinggi, sedang, dan rendah, (3) perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang dihasilkan oleh siswa dengan SRL tinggi, sedang, dan rendah pada masing-masing model pembelajaran, dan (4) perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang dihasilkan oleh model PjBL dengan pendekatan STEAM dan pembelajaran langsung pada masing-masing kategori Self Regulated Learning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling melalui undian acak sehingga diperoleh kelas VIIA sebanyak 32 siswa sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan model PjBL berpendekatan STEAM dan kelas VIIB sebanyak 32 siswa sebagai kelas kontrol dengan perlakuan pembelajaran langsung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan tes. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji analisis variansi multivariat dua jalan dengan sel tak sama yang dilanjutkan dengan uji analisis variansi univariat dua jalan dan uji komparasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model PjBL dengan pendekatan STEAM menghasilkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang lebih baik daripada pembelajaran langsung; (2) siswa dengan SRL tinggi, sedang, dan rendah menghasilkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang sama baiknya; (3) pada masing-masing model pembelajaran, siswa dengan SRL tinggi, sedang, dan rendah menghasilkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang sama baiknya; dan (4) pada masing-masing kategori Self Regulated Learning, model PjBL dengan pendekatan STEAM menghasilkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang lebih baik daripada pembelajaran langsung.