Abstrak


Interseksionalitas dalam Keluarga Batak


Oleh :
Graciella Stefania Dameuli Siahaan - D0222044 - Fak. ISIP

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana interseksionalitas direpresentasikan dalam keluarga Batak pada film Ngeri-Ngeri Sedap dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Pemilihan film didasarkan pada penampilan dinamika keluarga Batak yang menunjukkan adanya persinggungan berbagai identitas sosial, sehingga menciptakan relasi kuasa dan pengalaman yang berbeda bagi setiap tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis dialog, bahasa visual, dan konteks sosial budaya dalam film melalui tiga dimensi Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yaitu dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial budaya. Penelitian menunjukkan bahwa interseksionalitas dalam film muncul dari pertemuan antara identitas gender, generasi, maupun posisi kekerabatan. Irisan identitas sosial mampu menentukan peran dominan atau subordinat setiap tokoh, sehingga membentuk pengalaman yang berbeda, seperti privilese maupun diskriminasi. Penelitian juga menemukan bahwa film Ngeri-Ngeri Sedap memiliki kecenderungan dalam mereproduksi ideologi relasi kekuasaan dalam keluarga Batak, dengan mendukung posisi ayah sebagai pemimpin keluarga, anak laki-laki sebagai pewaris nama keluarga, serta pembagian tugas yang didasarkan pada nilai adat. Meskipun ada beberapa tokoh yang melakukan perlawanan, hal itu tidak mengubah struktur utama relasi kuasa yang dibentuk melalui pertemuan berbagai identitas. Sehingga, film Ngeri-Ngeri Sedap menunjukkan relasi kuasa dalam keluarga Batak direpresentasikan dan direproduksi melalui interaksi berbagai identitas sosial dalam konteks budaya tersebut.