Abstrak


Kesesuaian Kualitas Fisik Taman Balekambang Terhadap Fungsi Taman Kota di Surakarta


Oleh :
Nilam Furry Rahmah Setyanisa - I0622058 - Fak. Teknik

Taman Balekambang merupakan salah satu taman kota bersejarah di Kota Surakarta yang telah mengalami revitalisasi pada tahun 2022-2024 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Kota Surakarta. Revitalisasi tersebut bertujuan mentransformasikan Taman Balekambang menjadi pusat pariwisata, edukasi, dan seni budaya yang menggerakkan ekonomi lokal. Revitalisasi ini memungkinkan adanya perubahan pada kualitas fisik taman, namun belum tentu diikuti oleh terwujudnya fungsi taman kota secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan antara kondisi fisik yang tersedia dengan fungsi taman yang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas fisik Taman Balekambang terhadap fungsi taman kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik gap analysis, yaitu mengukur selisih antara skor kualitas fisik taman dan skor fungsi taman kota yang diperoleh melalui observasi lapangan dan kuesioner kepada pengunjung taman. Kualitas fisik taman diukur melalui tiga aspek, yaitu ketersediaan fasilitas, vegetasi, dan aksesibilitas, sedangkan fungsi taman kota diukur melalui empat dimensi, yaitu fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi, dan estetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kualitas fisik Taman Balekambang sebesar 3,50, sedangkan skor fungsi taman sebesar 3,875. Hasil ini menunjukkan bahwa fungsi taman kota memiliki skor lebih tinggi dibandingkan dengan kualitas fisik yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberjalanan fungsi taman kota tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan kualitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pengelolaan, karakteristik pengguna, dan konteks sosial budaya masyarakat setempat. Fungsi ekologis, sosial budaya, dan estetika memperoleh gap positif, sedangkan fungsi ekonomi memperoleh gap negatif sebesar −0,50 yang disebabkan oleh kurangnya pengelolaan terhadap kualitas fisik yang tersedia. Penelitian ini juga menemukan bahwa hasil revitalisasi Taman Balekambang belum sepenuhnya memenuhi standar umum taman kota, tetapi sudah berhasil mewujudkan tujuan spesifik revitalisasi sebagai pusat pariwisata, edukasi, dan seni budaya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengelolaan ruang ekonomi produktif, peningkatan kualitas fisik pada aspek ekologis, serta pemerataan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.