;

Abstrak


PENGEMBANGAN MODEL INTEGRASI TEKNIK FOOTWORK BADMINTON DENGAN POLA LANTAI UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI DENGAN HAMBATAN SENSORIK-MOTORIK


Oleh :
Bhanasya Shafa Aurelia - S042402001 - Sekolah Pascasarjana

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kebutuhan pengembangan model integrasi teknik footwork Badminton dengan pola lantai untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia dini dengan hambatan sensorik-motorik, 2) menguji kelayakan model berdasarkan validasi ahli, 3) mengukur efektivitas Level 1 model terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak.Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D (Four-D Model) yang terdiri dari empat tahap: define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian meliputi 10 guru PAUD inklusi dan 10 anak usia 3-6 tahun dengan hambatan sensorik-motorik (6 anak autisme, 4 anak ADHD) di Kota Madiun. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi terstruktur, studi dokumentasi, validasi ahli oleh delapan ahli dari empat bidang keahlian, serta uji efektivitas berupa one-to-one test dan tes praktik keterampilan motorik kasar. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk tahap define dan design, serta uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test untuk tahap develop. Reliabilitas pengukuran diuji menggunakan Intraclass Correlation Coefficient (ICC).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) analisis kebutuhan mengungkap kesenjangan signifikan dalam pembelajaran motorik kasar di PAUD inklusi, ditandai dengan ketiadaan panduan terstruktur (10/10 guru), hambatan nyata anak (skor observasi awal 1,05 dari skala 0-3), dan pembelajaran yang masih bersifat umum tanpa diferensiasi, 2) model yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dengan skor validasi rata-rata 3,6 dari skala 1-4 (kategori Sangat Baik) dan reliabilitas inter-rater sangat tinggi (ICC = 0,90-1,00), 3) uji efektivitas Level 1 (Leaping) menunjukkan model efektif meningkatkan keterampilan motorik kasar anak dengan peningkatan skor rata-rata 10,8 poin (dari 11,2 menjadi 22,0) dengan signifikansi p < 0,05, terutama pada kemampuan mengikuti pola gerak, keseimbangan dinamis, dan koordinasi mata-kaki. Model mencakup 5 level gerakan progresif dengan karakteristik terstruktur, multisensori, dan adaptif, diwujudkan dalam buku panduan praktis untuk guru PAUD inklusi. Efektivitas Level 2-5 memerlukan validasi lebih lanjut.