Abstrak
PELAPORAN TERINTEGRASI DAN NILAI PERUSAHAAN: APAKAH KUALITAS LABA BERPERAN?
Oleh :
Himmatul Ulya Dynopha - S432408012 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelaporan terintegrasi terhadap nilai perusahaan serta menguji peran kualitas laba sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian dilatarbelakangi oleh inkonsistensi hasil penelitian terdahulu mengenai efektivitas pelaporan terintegrasi dalam meningkatkan nilai perusahaan serta masih tingginya asimetri informasi di pasar modal Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan terintegrasi perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 355 observasi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui Random Effect Model. Nilai perusahaan diukur menggunakan TOBINSQ, pelaporan terintegrasi diukur menggunakan indeks berdasarkan elemen IIRC, sedangkan kualitas laba diukur menggunakan discretionary accruals berdasarkan Modified Jones Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan terintegrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (koefisien -0,1136; p = 0,213), sehingga H1 tidak diterima. Selanjutnya, kualitas laba tidak terbukti memoderasi pengaruh pelaporan terintegrasi terhadap nilai perusahaan karena interaksi IR×EQ tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sementara kualitas laba juga tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan (p = 0,591). Dengan demikian, H2 tidak diterima. Hasil robustness test dengan mengganti pengukuran pelaporan terintegrasi dari indeks menjadi variabel dummy menunjukkan hasil yang konsisten dengan model utama, yaitu pelaporan terintegrasi tetap tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan kualitas laba tidak terbukti memoderasi hubungan tersebut. Konsistensi hasil tersebut menunjukkan bahwa temuan penelitian tidak berubah meskipun pengukuran pelaporan terintegrasi menggunakan pendekatan yang berbeda. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan pelaporan terintegrasi belum secara langsung mampu meningkatkan nilai perusahaan, sementara kualitas laba belum menunjukkan peran dalam memperkuat hubungan antara pelaporan terintegrasi dan nilai perusahaan.