Abstrak
Optimasi Biaya, Mutu, Waktu, dan Emisi Gas Rumah Kaca pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal
Oleh :
Almira Kayla Fauzi - I0122016 - Fak. Teknik
Almira Kayla Fauzi, Dr. Ir. Fajar Sri
Handayani, S.T., M.T., Dr. Ir. Agus Hari Wahyudi, M.Sc., Optimasi Biaya, Mutu,
Waktu, dan Emisi Gas Rumah Kaca Pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal, (Studi
Kasus: Rumah Tinggal H-House, Kebon Sirih, Jakarta Pusat). Skripsi. Program
Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Peningkatan pembangunan konstruksi mendorong
kebutuhan akan perencanaan yang efisien tanpa mengabaikan aspek mutu, waktu,
dan dampak lingkungan. Salah satu komponen penting dalam proyek konstruksi
adalah pekerjaan pondasi yang berfungsi meneruskan beban struktur ke tanah
pendukung. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan Value Engineering
(VE) untuk memperoleh alternatif perencanaan terbaik serta Life Cycle
Assessment (LCA) untuk mengevaluasi emisi gas rumah kaca pada Proyek
Pembangunan Rumah Tinggal H-House, Jakarta Pusat.Penelitian diawali dengan tahap informasi
menggunakan Cost Breakdown Model dan Hukum Pareto untuk menentukan
pekerjaan pondasi yang menjadi objek analisis. Selanjutnya dilakukan analisis
kondisi eksisting, penyusunan alternatif melalui metode Value Engineering,
serta pengembangan alternatif dengan membandingkan aspek biaya, mutu, waktu,
dan emisi gas rumah kaca menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment
dengan batas sistem cradle to gate. Tahap rekomendasi dilakukan
menggunakan metode Paired Comparison dan matriks evaluasi untuk
menentukan alternatif yang memiliki nilai terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pondasi
layak dioptimasi melalui lima alternatif perencanaan. Berdasarkan metode Paired
Comparison dan matriks evaluasi, alternatif BP Ø35-L35 (2 titik)
direkomendasikan untuk diterapkan pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal H-House
dengan mempertimbangkan kondisi eksisting lokasi proyek. Alternatif tersebut
mampu menurunkan biaya sebesar 42,45% atau senilai Rp32.104.482,79,
meningkatkan kapasitas dukung menjadi 1.977,66 kN, mempercepat durasi
pelaksanaan sebesar 38,46% atau selama 16 hari, serta menurunkan emisi GRK
sebesar 44,56% atau senilai 5.032,22 kgCO₂e.