Abstrak
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KADAR SALINITAS TERHADAP DEGRADASI KEKUATAN TARIK WIREMESH BAJA
Oleh :
Adha Fahri Rahmawan - I0122004 - Fak. Teknik
Wiremesh baja sebagai
struktur bronjong pelindung pantai rentan mengalami degradasi akibat paparan
lingkungan laut. Penelitian ini menganalisis pengaruh durasi perendaman dan
salinitas terhadap kuat tarik maksimum (ultimate tensile strength/UTS)
dan elongasi lima tipe wiremesh, menentukan kondisi optimum menggunakan desirability
function, serta mengevaluasi pengaruh degradasi kuat tarik terhadap
stabilitas lereng menggunakan PLAXIS 2D. Lima tipe wiremesh yang diuji
meliputi Tipe 1 (Zn-Al, Ø2,7 mm), Tipe 2 (Zn-Al + HDPE, Ø2,2 mm), Tipe 3
(Zn-Al, Ø2,7 mm), Tipe 4 (Zn-Al + HDPE, Ø2,7 mm), dan Tipe 5 (Zn-Al, Ø2,2 mm),
dengan durasi perendaman 20, 40, dan 60 hari serta salinitas 3–5%. Analisis dilakukan menggunakan Design of
Experiment (DOE) General Full Factorial Design dan Analysis of
Variance (ANOVA) pada Minitab 22. Hasil menunjukkan retensi UTS Tipe 1 sebesar 65,56–108,79%, Tipe 2 sebesar
87,16–98,83%, Tipe 3 sebesar 89,54–98,86%, Tipe 4 sebesar 87,32–103,35%, dan
Tipe 5 sebesar 93,70–109,82%. Durasi perendaman berpengaruh signifikan terhadap
UTS Tipe 2 (p = 0,011), Tipe 3 (p = 0,003), Tipe 4 (p = 0,005), dan Tipe 5 (p =
0,005), tetapi tidak pada Tipe 1 (p = 0,727). Salinitas 3–5% tidak berpengaruh
signifikan terhadap UTS seluruh tipe. Kondisi optimum diperoleh pada Tipe 1: 40
hari/3,5% (D = 0,558076), Tipe 2: 60 hari/3,5% (D = 0,885018), Tipe 3: 60
hari/4,0% (D = 0,970191), Tipe 4: 60 hari/3,5% (D = 0,660409), dan Tipe 5: 60
hari/5,0% (D = 0,800193). Pemodelan PLAXIS 2D menghasilkan Safety Factor
1,935–1,942 dengan ΔSF maksimum 0,003, menunjukkan bahwa
degradasi mekanik wiremesh selama pengujian tidak memberikan pengaruh
signifikan terhadap stabilitas lereng berdasarkan SNI 8460:2017.