Abstrak
Efektivitas STEM-PjBL Berbasis 3D-Learning Terhadap Kemampuan CER Ditinjau dari Pengelompokan Homogen dan Heterogen Pada Materi Gunung Berapi
Oleh :
Dewi Widowati - K4522031 - Fak. KIP
Dewi Widowati. K4522031. Pebimbing: Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D.
EFEKTIVITAS STEM-PJBL BERBASIS 3D-LEARNING TERHADAP
KEMAMPUAN CER DITINJAU DARI PENGELOMPOKAN HOMOGEN
DAN HETEROGEN PADA MATERI GUNUNG BERAPI. Tugas akhir,
Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sebelas Maret, Juli 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan dampak kemampuan
argumentasi ilmiah siswa ditinjau dari pengelompokan homogen dan heterogen
dalam penerapan model STEM-PjBL berbasis 3D-Learning, (2) menganalisis
pengaruh efektivitas model STEM-PjBL berbasis 3D Learning terhadap
pengelompokkan homogen dan heterogen pada siswa di kelompok kemampuan
tinggi dan rendah ditinjau dari kemampuan argumentasi ilmiah, (3)
mendiskripsikan respon siswa dan guru terhadap penerapan model STEM-PjBL
berbasis 3D-Learning terhadap kemampuan argumentasi ilmiah pada materi
gunung berapi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa
dalam menyusun penjelasan ilmiah yang mencerminkan proses berpikir kritis dan
argumentatif secara sistematis. Metode yang digunakan adalah Quasi
Experimental dengan desain pretest-posttest two experimental group. Subjek
penelitian adalah SMP Negeri 24 Surakarta dengan total 57 siswa. Rinciannya
yaitu kelas VIII-F: 28 siswa (sebagai kelompok heterogen) dan kelas VIII-H: 29
siswa (sebagai kelompok homogen). Data penelitian dikumpulkan menggunakan
tes kemampuan argumentasi ilmiah berbasis CER, LKPD, lembar observasi,
angket teman sebaya, dan angket self assessment. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kemampuan argumentasi ilmiah siswa mengalami peningkatan setelah
mengikuti pembelajaran STEM-PjBL berbasis 3D-Learning. Hasil uji Independent
Sample t-Test menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kelas
dengan pengelompokkan homogen dan kelas dengan pengelompokkan heterogen
dengan nilai signifikansi sebesar 0,464 (p > 0,05), hasil uji Paired Sample t-Test
menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest
dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p < 0,05). Analisis N-Gain menunjukkan
bahwa kelas homogen memperoleh rata-rata sebesar 0,5385 dan kelas heterogen
sebesar 0,4948. Kedua kelas berada pada kategori sedang, namun selisih
peningkatan yang diperoleh relatif kecil sehingga kedua bentuk pengelompokkan
memberikan efektivitas yang hampir setara. Selain itu, siswa pada kelompok
homogen dan heterogen memberikan respon positif terhadap implementasi
pembelajaran. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran STEM-PjBL berbasis 3D-Learning efektif dalam meningkatkan
kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Pengelompokkan homogen ataupun
heterogen sama-sama memberikan hasil yang relatif setara terhadap kemampuan
argumentasi ilmiah berdasarkan model yang diberikan.
Kata Kunci: Argumentasi ilmiah, STEM-PjBL, 3D-Learning, CER,
Pengelompokkan homogen dan heterogen.