Abstrak
Analisis Manajemen Risiko Pada Pekerjaan Erection Girder Launcher Gantry Dengan Penerapan Metode HIRARC dan FMEA pada Jembatan Deluwang, Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 3
Oleh :
Muhammad Yazid Kautsar - I0122133 - Fak. Teknik
Pekerjaan erection PCI Girder menggunakan launcher gantry memiliki risiko keselamatan
kerja yang tinggi karena melibatkan pengangkatan beban berat, pekerjaan di ketinggian,
penggunaan alat angkat, dan koordinasi antarpersonel. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan nilai Risk Priority Number (RPN), dan
merumuskan rekomendasi pengendalian risiko. Cakupan penelitian meliputi tahapan
pekerjaan mulai dari persiapan, lifting, pergeseran girder ke trolley, launching, penempatan
pada bearing pad, bracing, hingga pelepasan sling.
Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, studi dokumen proyek, wawancara
dengan tim HSE dan personel terkait, serta penyebaran kuesioner kepada 14 responden
yang terlibat dalam pekerjaan erection girder. Berdasarkan pengumpulan data,
teridentifikasi 28 variabel risiko yang mencakup aspek pekerja, peralatan, material, dan
lingkungan. Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi Rank Spearman. Tingkat
risiko dianalisis menggunakan metode HIRARC berdasarkan parameter likelihood dan
severity, sedangkan prioritas kegagalan dianalisis menggunakan metode FMEA melalui
perhitungan RPN berdasarkan severity, occurrence, dan detection.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 84 butir penilaian dinyatakan valid. Analisis
HIRARC menghasilkan 1 risiko kategori Ekstrem (3,6%), 21 risiko kategori Tinggi
(75,0%), dan 6 risiko kategori Sedang (21,4%). Hasil FMEA menunjukkan bahwa risiko
girder terangkat tidak seimbang (R8) memiliki RPN tertinggi sebesar 60, diikuti R11, R14,
dan R17 dengan RPN masing-masing sebesar 48. Integrasi kedua metode menghasilkan 15
risiko dominan. Pengendalian diprioritaskan pada rekayasa teknik dan administratif
melalui pemeriksaan sling dan hoist, penggunaan anemometer, pemasangan barikade,
sterilisasi jalur launching, dan peningkatan koordinasi personel.