Abstrak
PENILAIAN MANDIRI PEMENUHAN KRITERIA JALAN HIJAU PADA JALAN LOKAL UNTUK PERKERASAN LENTUR KABUPATEN SUKOHARJO (STUDI KASUS JALAN LOKAL KABUPATEN SUKOHARJO)
Oleh :
Mellyfera Anggraeni - I0122114 - Fak. Teknik
Mellyfera Anggraeni, 2026, Penilaian Mandiri Pemenuhan Kriteria Jalan
Hijau Pada Jalan Lokal untuk Perkerasan Lentur Kabupaten Sukoharjo, Tugas
Akhir, Program Studi S-1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas
Maret, Surakarta. Pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya dituntut mampu meningkatkan
pelayanan transportasi, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan
melalui penerapan prinsip konstruksi hijau. Konsep Jalan Hijau menjadi salah
satu pendekatan untuk menilai tingkat keberlanjutan penyelenggaraan proyek
jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat penerapan kriteria Jalan
Hijau pada proyek jalan lokal berperkerasan lentur di Kabupaten Sukoharjo serta
mengidentifikasi faktor-faktor penghambat utama penerapannya menggunakan metode
Delphi. Penelitian dilakukan pada tiga proyek rekonstruksi jalan lokal yang
dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sukoharjo.
Penilaian tingkat penerapan Jalan Hijau menggunakan Sistem Pemeringkatan Jalan
Hijau Indonesia yang terdiri atas lima kategori penilaian, sedangkan metode
Delphi digunakan untuk memperoleh konsensus para pakar mengenai faktor-faktor
penghambat implementasi Jalan Hijau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan Jalan Hijau
memperoleh peringkat Bintang 2, yang mengindikasikan bahwa sebagian
prinsip konstruksi berkelanjutan telah diterapkan, namun implementasinya belum
optimal. Analisis Delphi menunjukkan bahwa hambatan utama penerapan Jalan Hijau
meliputi aspek regulasi berupa belum tersedianya kebijakan daerah yang secara
khusus mengatur penerapan Jalan Hijau, aspek finansial dan sumber daya manusia
berupa keterbatasan anggaran serta rendahnya kompetensi teknis pelaksana
lapangan, dan aspek teknologi berupa keterbatasan akses terhadap material serta
teknologi ramah lingkungan. Oleh karena itu, peningkatan implementasi Jalan
Hijau memerlukan dukungan kebijakan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas
sumber daya manusia, penyediaan anggaran yang memadai, serta pengembangan
inovasi teknologi konstruksi berkelanjutan agar pembangunan jalan daerah dapat
mendukung tercapainya infrastruktur yang berkelanjutan.