Abstrak


Identifikasi Non-Physical Waste Menggunakan Metode Borda dan Root Cause Analysis dalam Upaya Penerapan Lean Construction (Studi Kasus: Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang - Sringin Tahap I Paket III)


Oleh :
Bastian Arya Wijanarko - I0120026 - Fak. Teknik

Proyek konstruksi sering menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan pemborosan (waste), seperti keterlambatan pekerjaan, ketidakefisienan penggunaan sumber daya, serta meningkatnya biaya proyek. Salah satu bentuk pemborosan yang sering terjadi adalah non-physical waste, yaitu aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah terhadap hasil akhir proyek. Penerapan lean construction menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan sehingga efisiensi proyek dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel dan faktor penyebab non-physical waste yang paling dominan pada Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang-Sringin Tahap I Paket III, serta menganalisis akar penyebabnya menggunakan Tools Lean Contruction berupa Root Clause Analysis (RCA). Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 45 responden yang terlibat langsung dalam proyek. Data dianalisis menggunakan metode Borda untuk menentukan prioritas variabel dan faktor waste, kemudian dilanjutkan dengan metode The 5 Whys pada Root Cause Analysis untuk mengidentifikasi akar penyebab dan merumuskan tindakan perbaikan.  Hasil analisis metode Borda menunjukkan bahwa variabel waste of money merupakan variabel yang paling dominan dengan bobot 0,3319 (33%), diikuti waste of man sebesar 0,2607 (26%) dan waste of material sebesar 0,2015 (20%). Faktor dominan pada masing-masing variabel tersebut adalah waktu lembur yang berlebihan, kurangnya tenaga kerja, dan material tidak sesuai standar mutu. Selanjutnya, analisis Root Cause Analysis mengidentifikasi akar penyebab utama dari ketiga faktor tersebut sehingga diperoleh rekomendasi perbaikan sesuai prinsip Lean Construction untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas pelaksanaan proyek.