Abstrak
Analisis SWOT Penggunaan Akseptor Vasektomi di Kota Surakarta
Oleh :
Rindra Monica Kusumastuti - V8022109 - Sekolah Vokasi
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah dalam mengendalikan angka kelahiran agar tidak terjadi ledakan penduduk. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, Kota Surakarta memiliki cakupan partisipasi KB aktif yang tergolong rendah yaitu urutan ke-5 terendah. Partisipasi pria di Kota Surakarta masih rendah khususnya metode kontrasepsi vasektomi yang masih jarang terdengar di masyarakat. Penyebab kurangnya pengetahuan masyarakat tentang metode kontrasepsi vasektomi karena minimnya sosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan akseptor metode kontrasepsi vasektomi di Kota Surakarta melalui metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT dan matriks TOWS. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis digunakan untuk mengidentifikasikan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman program untuk menyusun usulan kebijakan menggunakan matriks TOWS. Berdasarkan matriks TOWS dari analisis SWOT menghasilkan rekomendasi kebijakan yang prioritas yaitu strategi (S-T) dengan mengoptimalkan peran PKB dalam melakukan advokasi kepada tokoh agama berlandaskan sudut pandang agama dan Undang – Undang. Selain itu, strategi pendukung meliputi memanfaatkan Undang – Undang untuk memperluas sosialisasi, melibatkan tokoh masyarakat untuk membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat, pengoptimalan anggaran dalam pengembangan inovasi, membuat konten edukasi dengan adanya jadwal penyebaran konten, melakukan sosialisasi dengan mengoptimalkan PKB dan Kelompok KB Pria melalui “Edukasi Sebaya”, mengevaluasi konten edukasi vasektomi melalui pendekatan perspektif keagamaan, dan redistribusi PKB pada wilayah yang minim partisipasi. Kata Kunci: Akseptor KB, Keluarga Berencana, Metode Kontrasepsi Vasektomi