Abstrak
ANALISIS SIFAT FISIK DAN KINERJA HRS-WC DENGAN BAHAN PENGIKAT ASPAL DIMODIFIKASI MENGGUNAKAN MINYAK SAWIT MENTAH (CRUDE PALM OIL)
Oleh :
Yeremia Christzenka Manik - I0122181 - Fak. Teknik
Yeremia
Christzenka Manik, Prof. Ir. Ary Setyawan, M.Sc., Ph.D., Raden Ajeng Dinasty Purnomoasri S.T., M.T., 2026. Analisis
Sifat Fisik dan Kinerja HRS-WC dengan Bahan Pengikat Aspal Dimodifikasi
Menggunakan Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil). Skripsi. Program Studi S1
Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Hot
Rolled Sheet–Wearing Course (HRS-WC) merupakan lapisan aus perkerasan lentur
yang umum digunakan di Indonesia, dengan aspal konvensional berbasis minyak
bumi sebagai bahan pengikat utamanya. Penggunaan aspal berbasis minyak bumi ini
masih bergantung pada sumber daya tak terbarukan, sehingga diperlukan bahan
pengikat alternatif yang lebih berkelanjutan. Minyak sawit mentah (Crude Palm
Oil/CPO) menjadi kandidat potensial sebagai modifikator aspal karena
ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, salah satu produsen CPO terbesar dunia.
Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh modifikasi aspal Pen 60/70 menggunakan CPO sebesar 4%
terhadap kinerja campuran HRS-WC, yaitu nilai Indirect Tensile Strength (ITS) dan Unconfined
Compressive Strength (UCS), pada Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar
7,3%. Metode penelitian bersifat eksperimental laboratorium, dengan benda uji
berbentuk silinder yang dibuat mengikuti prosedur job mix formula, kemudian diuji dan
dibandingkan dengan campuran HRS-WC konvensional tanpa CPO.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan CPO 4% menurunkan nilai ITS dari 668,70 kPa
menjadi 526,37 kPa (turun 21,28%) dan menurunkan nilai UCS dari 6223,24 kPa
menjadi 5775,35 kPa (turun 7,20%), yang menunjukkan bahwa CPO memberikan efek
pelunakan (softening effect) pada binder sehingga menurunkan kekakuan dan
kohesi campuran, baik terhadap beban tarik tidak langsung maupun beban tekan
bebas. Dengan demikian, pemanfaatan CPO yang melimpah di Indonesia sebagai
bahan pengikat modifikasi HRS-WC berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap
aspal berbasis minyak bumi, tetapi perlu pengendalian dosis lebih lanjut agar
tidak mengorbankan kekuatan mekanis campuran HRS-WC.