Abstrak


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI: STUDI KASUS DI KELAS IXSMP NEGERI 2 BENDO, MAGETAN


Oleh :
Inez Ardelia Subiyanto - K1222087 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, asesmen, serta kendala dan upaya dalam penerapan model pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Bendo, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan dan studi kasus. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Bendo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, tes unjuk kerja menulis, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Diawali dengan asesmen diagnostik kognitif dan non-kognitif untuk memetakan kesiapan belajar siswa (tinggi, sedang, dan perlu bimbingan), minat, serta profil belajar, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan Modul Ajar berdiferensiasi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berjenjang. Mengintegrasikan empat elemen diferensiasi secara terpadu, yaitu diferensiasi konten (pengamatan objek nyata di lingkungan sekolah), diferensiasi proses (scaffolding berjenjang dan panduan grafik), diferensiasi produk (kebebasan memilih bentuk penyajian seperti esai, narasi bergambar, atau poster visual), dan diferensiasi lingkungan belajar (iklim kelas inklusif dan pemanfaatan area luar kelas). Dilaksanakan secara berkelanjutan (ongoing assessment) mencakup asesmen diagnostik, formatif (pemberian umpan balik langsung pada draf tulisan), dan sumatif, yang terbukti meningkatkan kualitas struktur, diksi, dan keruntutan teks deskripsi siswa di seluruh tingkatan kesiapan. Kendala berupa alokasi waktu penyiapan perangkat, pengelolaan kelas, dan keterbatasan diksi awal siswa berhasil diatasi melalui penerapan sistem tutor sebaya, penggunaan media dinding kata (word wall), serta penetapan kesepakatan rutinitas kelas yang disiplin.