Abstrak
KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM BASED
LEARNING UNTUK MENINGKATKAN GROWTH MINDSET PADA
SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 GROGOL SUKOHARJO
Oleh :
Khanza Muna Karimah - K3122046 - Fak. KIP
Rendahnya growth mindset pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Grogol
Sukoharjo ditunjukkan oleh adanya beberapa siswa yang meyakini bahwa
kemampuan dan kecerdasan merupakan sesuatu yang bersifat tetap sehingga sulit
untuk dikembangkan, pola pikir tersebut tercermin dalam perilaku mudah
menyerah saat menghadapi kesulitan, kurang percaya diri terhadap kemampuan
diri, takut melakukan kesalahan, serta kesulitan menerima kritik dan masukan
sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Penelitian ini bertujuan
menguji keefektifan bimbingan kelompok dengan teknik Problem Based Learning
(PBL) untuk meningkatkan growth mindset pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Grogol Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan one
group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
skala psikologi Growth Mindset yang sudah di uji validitas dan reabilitasnya.
Analisis data dilakukan menggunakan Gain Score dan uji Wilcoxon Signed Rank.
Hasil gain score menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor growth mindset
setelah diberikan treatment bimbingan kelompok dengan teknik Problem Based
Learning. Rata-rata skor pretest sebesar 68,8 meningkat menjadi 84,0 pada skor
posttest dengan rata-rata gain score sebesar 15,1. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank
Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 (< 0,05) yang berarti
Ha diterima, sehingga bimbingan kelompok teknik Problem Based Learning efektif
untuk meningkatkan growth mindset pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Grogol
Sukoharjo. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok
teknik Problem Based Learning dapat digunakan sebagai alternatif layanan untuk
membantu meningkatkan growth mindset siswa di sekolah. Saran bagi guru BK
dapat menggunakan panduan eksperimen yang telah dikembangkan sebagai acuan
dalam pelaksanan layanan bimbingan kelompok. Bagi peneliti selanjutnya dapat
mengembangkan penelitian dengan subjek dan desain yang berbeda.