Abstrak
Pengaruh Karakteristik Pelaku dan Perilaku Pergerakan terhadap Pemilihan Moda Transportasi Pengunjung di Masjid Raya Sheikh Zayed Kota Surakarta
Oleh :
Rifandi Hakim Wijanarko - I0621068 - Fak. Teknik
Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Surakarta telah berkembang menjadi episentrum aktivitas keagamaan, sosial, dan wisata religi berskala regional yang membangkitkan volume pergerakan pengunjung dalam jumlah besar dengan karakteristik yang heterogen. Kondisi ini memunculkan kebutuhan untuk memahami bagaimana karakteristik pelaku pergerakan dan karakteristik perilaku pergerakan memengaruhi pemilihan moda transportasi pengunjung, dengan mempertimbangkan pula peran dimensi waktu kunjungan (weekday/weekend) dan jenis kegiatan (regular/irregular) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pelaku dan perilaku pergerakan, mengidentifikasi moda transportasi yang digunakan, serta menganalisis pengaruh kedua karakteristik tersebut terhadap pemilihan moda transportasi pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap 160 responden pengunjung, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku pergerakan dan karakteristik perilaku pergerakan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda transportasi, dengan jenis kelamin sebagai indikator terkuat, pada karakteristik pelaku serta bentuk perjalanan (individu/keluarga berbanding dengan rombongan) sebagai indikator terkuat pada karakteristik perilaku pergerakan, diikuti oleh durasi kunjungan, biaya, jarak, dan waktu tempuh. Sebaliknya, waktu kunjungan dan jenis kegiatan tidak terbukti signifikan sebagai variabel moderasi, yang mengindikasikan bahwa keputusan pemilihan moda telah terbentuk dari karakteristik individu dan pola perjalanan itu sendiri, bukan dari konteks kapan atau dalam rangka apa kunjungan dilakukan. Temuan ini merekomendasikan agar kebijakan transportasi menuju kawasan masjid dirancang berbasis profil pengguna dan pola perjalanan, khususnya rombongan luar daerah dan perjalanan jarak jauh yang berdasarkan pembedaan jadwal waktu atau jenis acara.