Abstrak


Kajian Serapan dan Penetrasi Klorida pada Self-Compacting Geopolymer Concrete dengan Variasi Slag Nikel dan Fly Ash


Oleh :
Ayudya Armita Saska - I0122037 - Fak. Teknik

Ayudya Armita Saska, 2026. Kajian Serapan dan Penetrasi Klorida pada Self-Compacting Geopolymer Concrete dengan Variasi Slag Nikel dan Fly Ash.Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sebelas Maret Surakarta.Perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia menyebabkan meningkatnya kebutuhan beton sebagai material konstruksi utama. Namun, penggunaan semen portland sebagai bahan pengikat menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) yang tinggi sehingga mendorong pengembangan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah beton geopolimer yang memanfaatkan limbah industri berupa fly ash dan slag nikel sebagai bahan pengikat, serta dikombinasikan dengan konsep Self-Compacting Concrete (SCC) sehingga menghasilkan Self-Compacting Geopolymer Concrete (SCGC) yang mampu mengalir, mengisi cetakan, dan memadat secara mandiri tanpa proses pemadatan mekanis. Selain ramah lingkungan, SCGC diharapkan memiliki durabilitas yang baik, terutama terhadap serangan ion klorida yang dapat menyebabkan korosi pada tulangan beton.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Bahan Konstruksi dan Struktur, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi slag nikel : fly ash sebesar 30%:70%, 40%:60%, dan 50%:50% dari total binder terhadap serapan dan penetrasi ion klorida pada beton SCGC. Benda uji yang digunakan berupa silinder berdiameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm, terdiri atas 12 benda uji untuk pengujian serapan klorida dan 12 benda uji untuk pengujian penetrasi klorida. Pengujian beton segar mengacu pada standar EFNARC (2005) yang meliputi slump flow, L-box, dan V-funnel, sedangkan pengujian beton keras meliputi serapan klorida berdasarkan SNI 03-2914-1992 dan pengujian penetrasi ion klorida menggunakan metode penyemprotan larutan AgNO₃ setelah perendaman benda uji dalam larutan NaCl 4%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi campuran memenuhi persyaratan SCC berdasarkan standar EFNARC (2005). Nilai serapan klorida cenderung meningkat seiring bertambahnya proporsi slag nikel. Nilai serapan klorida rata-rata pada perendaman 10 ± 0,5 menit untuk variasi slag nikel : fly ash 30%:70%, 40%:60%, dan 50%:50% berturut-turut sebesar 1,42%; 1,54%; dan 1,99%, sedangkan pada perendaman 24 jam berturut-turut sebesar 2,31%; 2,43%; dan 2,85%. Seluruh variasi masih memenuhi persyaratan SNI 03-2914-1992. Hasil pengujian penetrasi klorida menunjukkan nilai kedalaman penetrasi rata-rata berturut-turut sebesar 15,00 mm; 15,97 mm; dan 17,77 mm. Variasi komposisi 30% slag nikel : 70% fly ash menghasilkan nilai serapan dan kedalaman penetrasi klorida paling rendah sehingga memiliki ketahanan terbaik terhadap masuknya ion klorida.