Abstrak


Pengaruh Teknik Menjahit Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun


Oleh :
Royani Nur Fadilla - K8122061 - Fak. KIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun, yang tercermin dari rendahnya koordinasi antara mata dan tangan dalam pelaksanaan berbagai aktivitas. Tujuan penelitian ini ialah untuk menelaah sejauh mana penerapan teknik menjahit memberikan pengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode quasi experiment dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 25 anak usia 4-5 tahun, dengan penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga keseluruhan populasi ditetapkan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa tes unjuk kerja yang telah memenuhi validitas konstruk melalui teknik expert judgment serta reliabilitas berdasarkan uji Cronbach’s Alpha. Pengolahan data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan pengujian hipotesis menggunakan Paired Samples t-Test dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rerata kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan dari 10,48 pada tahap pretest menjadi 16,32 pada tahap posttest. Hasil uji Paired Samples t-Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05)  yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan teknik menjahit terhadap kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Berdasarkan temuan tersebut, teknik menjahit dapat dipertimbangkan sebagai pilihan kegiatan pembelajaran yang berpotensi mengoptimalkan stimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.