Abstrak
DILEMA ETIS DAN DISKRESI PETUGAS PENDATAAN LAPANGAN DALAM PRAKTIK PENGUMPULAN DATA SURVEI PENDUDUK ANTAR SENSUS TAHUN 2025 DI KABUPATEN KARANGANYAR
Oleh :
Oktavia Indah Wardani - V8022092 - Sekolah Vokasi
Pelaksanaan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menghadapi
tantangan berupa kesenjangan antara standar formal dalam SOP dengan
kompleksitas realitas lapangan yang menyebabkan petugas pendataan lapangan
menghadapi dilema etis dalam proses pendataan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis bentuk dilema etis yang dihadapi petugas pendataan lapangan SUPAS
2025 di Kabupaten Karanganyar serta menganalisis praktik diskresi petugas
pendataan lapangan dalam menghadapi dilema etis berdasarkan perspektif Street-Level
Bureaucracy Lipsky. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara
mendalam terhadap Petugas Pendataan Lapangan (PPL), Petugas Pemeriksa Lapangan
(PML), koordinator kegiatan dan Supervisor SUPAS 2025 serta dokumentasi
pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis Miles dan
Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dilema etis yang dihadapi
petugas meliputi dilema antara kepatuhan prosedur dan adaptasi kondisi lapangan,
akurasi data dan kenyamanan responden, kebenaran jawaban responden dan
penilaian petugas, target waktu penyelesaian dan kualitas pengumpulan data,
menjangkau responden dan batasan waktu kunjungan, serta netralitas profesional
dan empati terhadap kondisi sosial responden. Praktik diskresi petugas berdasarkan coping
strategies Lipsky (1980) dilakukan melalui empat strategi, yaitu routinizing,
simplification of clients, rationing services, dan screening/prioritizing
cases. Praktik tersebut menjadi bentuk adaptasi petugas dalam menghadapi
keterbatasan sumber daya dan kompleksitas lapangan, tetapi juga berpotensi
memengaruhi konsistensi proses pengumpulan data.