Abstrak


KARAKTERISASI LAJU PERKEMBANGAN KUAT TEKAN UMUR DINI MORTAR ALKALI-ACTIVATED MATERIALS BERBASIS SLAG/FLY ASH DENGAN VARIASI MODULUS SILIKAT DAN PROPORSI PREKURSOR (Ms = 1,00 dan 1,25; Rasio Slag/Fly Ash = 65/35; 75/25; dan 85/15)


Oleh :
Ihya Silmi Aziz Aufa - I0122092 - Fak. Teknik

Perbaikan perkerasan jalan secara cepat memerlukan material yang mampu mencapai kuat tekan tinggi pada umur dini agar jalan dapat segera dibuka kembali untuk lalu lintas (early opening to traffic). Mortar alkali-activated materials (AAM) berbasis slag/fly ash berpotensi menjadi alternatif mortar semen konvensional karena memiliki perkembangan kuat tekan yang cepat serta memanfaatkan material hasil samping industri. Perkembangan kuat tekan mortar AAM dipengaruhi oleh komposisi prekursor dan karakteristik larutan aktivator. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proporsi slag/fly ash, modulus silikat (Ms), serta interaksi keduanya terhadap laju perkembangan kuat tekan umur dini mortar AAM. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental di Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret. Variabel penelitian terdiri atas variasi proporsi slag/fly ash sebesar 85/15, 75/25, dan 65/35, variasi Modulus Silikat (Ms) sebesar 1,00 dan 1,25, dengan Konsentrasi Aktivator sebesar 6% Na₂O sebagai variabel tetap. Benda uji berupa mortar AAM berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm yang diuji kuat tekannya pada umur 3, 6, 24, dan 72 jam. Data hasil pengujian kemudian diolah menjadi nilai kuat tekan rata-rata dan laju perkembangan kuat tekan untuk mengevaluasi pengaruh setiap variasi campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi slag dari 65% menjadi 85% meningkatkan laju perkembangan kuat tekan awal dari 2,13 menjadi 3,57 MPa/jam pada Ms = 1,00 dan dari 3,97 menjadi 5,10 MPa/jam pada Ms = 1,25, yang diikuti peningkatan kuat tekan umur 72 jam dari 54,90 menjadi 64,40 MPa dan dari 62,50 menjadi 72,90 MPa. Peningkatan Modulus Silikat dari 1,00 menjadi 1,25 meningkatkan laju perkembangan kuat tekan awal sebesar 42,9–86,4% serta meningkatkan kuat tekan umur 72 jam sebesar 10,2–13,8% pada seluruh variasi proporsi prekursor. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa proporsi prekursor dan modulus silikat bekerja secara sinergis dalam menentukan laju perkembangan kuat tekan umur dini, sehingga kombinasi proporsi slag/fly ash 85/15 dengan Ms = 1,25 menghasilkan performa terbaik di antara seluruh variasi campuran yang diteliti.