Abstrak
KAJIAN PENERJEMAHAN UNGKAPAN EMOSIONAL PADA SUBTITLE FILM KHAMSA-THE WELL OF OBLIVION (ARAB-INDONESIA)
Oleh :
Diana Irbatul Hasanah - B0522012 - Fak. Ilmu Budaya
Film merupakan salah satu media komunikasi audiovisual yang tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan, nilai budaya, dan eskpresi emosional yang memiliki makna untuk disampaikan kepada penonton. Penelitian ini mengkaji terjemahan ungkapan emosional pada subtitle film Khamsa-The Well of Oblivion dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana subtitle mampu mempresentasukan dan menyampaikan emosi yang sesungguhnya melalui ekspresi wajah tokoh. Penelitian ini membahas tiga hal: (1) jenis ungkapan emosional dalam film Khamsa-The Well of Oblivion, (2) penerapan teknik penerjemahan ungkaapan emosional dalam film Khamsa-The Well of Oblivion, dan (3) orientasi metode serta ideologi penerjemahan dalam proses menerjemahan bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Analisis sumber data dilakukan dengan mengombinasikan model Miles dan Huberman dengan model Spradley. Penyajian data disajikan dalam dua bentuk, yaitu formal berupa tabel dan informal berupa deksripsi penjelasan pada hasil analisis. Hasil penelitian yang telah dilakukan terangkum sebaga berikut. Pertama, ditemukan jenis ungkapan emosional meliputi ekspresi wajah marah, sedih, takut, senang, jijik/menghina dan terkejut. Kedua, hasil analisis ini menunjukkan bahwa dari 18 teknik penerjemahan, 8 di antaranya diterapkan dalam proses pengalihan teks bahasa sumber ke bahasa sasaran, dengan penerjemahan harfiah sebagai teknik yang paling dominan sebesar (46,81%) dan teknik transposisi memiliki frekuensi penggunaan paling rendah sebesar (1,05%). Ketiga, ditemukan 4 metode penerjemahan, dengan dominan metode penerjemahan harfiah sebagai metode yang paling dominan (46,81%), dan metode penerjemahan setia sebagai metode yang paling rendah (1,05%). Keempat, terdapat 2 ideologi penerjemahan pada penelitian ini, ideologi foreignisasi (orientasi pada bahasa sumber) sebesar 48,94% dan ideologi domestikasi (orientasi pada bahasa sasaran) sebesar 51,06%