Abstrak


Analisis Student Well-Being Peserta Didik Kelas III SDN Pucangan 03 Ditinjau Dari Interaksi Sosial Teman Sebaya


Oleh :
Yesa Angelina Maharani - K7122340 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial teman sebaya peserta didik kelas III SDN Pucangan 03 dalam aktivitas sekolah dan menganalisis student  well-being  peserta  didik  kelas  III  SDN  Pucangan  03  ditinjau  dari  interaksi sosial  teman  sebaya.  Penelitian  menggunakan  pendekatan  kualitatif  dengan  metode studi kasus. Subjek penelitian adalah 34 peserta didik kelas III SDN Pucangan 03 tahun ajaran 2025/2026 (15 laki-laki, 19 perempuan), dengan guru kelas sebagai informan pendukung,  dipilih  melalui  purposive  sampling.  Data  dikumpulkan  melalui  angket terbuka,  observasi  partisipasi  pasif,  wawancara  semi  terstruktur,  dan  studi dokumentasi.  Validitas  data  diuji  melalui  triangulasi  teknik,  yaitu  membandingkan hasil  keempat  teknik  pengumpulan  data  tersebut,  serta  triangulasi  sumber,  yaitu membandingkan data dari peserta didik dan guru kelas. Analisis data mengacu pada model Miles & Huberman  melalui empat tahap berkelanjutan, antara lain pengumpulan data,  reduksi  data,  penyajian  data  secara  naratif,  dan  penarikan  simpulan/verifikasi, hingga  data  mencapai  tingkat  kejenuhan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa interaksi sosial teman sebaya peserta didik berlangsung dalam lima bentuk yaitu kerja sama, akomodasi, persaingan, kontravensi, dan konflik. Kerja sama termasuk bentuk yang paling konsisten muncul dalam keseharian peserta didik, meskipun ditemukan pola dominasi oleh peserta didik berkemampuan akademik tinggi yang menyebabkan distribusi  partisipasi  kelompok  tidak  merata.  Student  well-being  peserta  didik menunjukkan dua gambaran yang hadir secara bersamaan yakni peserta didik merasa senang,  diterima,  dan  nyaman  di  sekolah  ketika  kerja  sama  dan  akomodasi berlangsung, akan tetapi dalam kondisi tertentu merasakan sedih, kecewa, dan kurang nyaman  ketika  kontravensi,  dominasi  dalam  kelompok, maupun  konflik antarteman muncul dalam interaksi sehari-hari. Kondisi tersebut bersifat sementara karena peserta didik cenderung kembali berinteraksi tanpa memperpanjang perselisihan.