Abstrak
Analisis Perkembangan Wilayah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2016-2024
Oleh :
Ahmad Husaini Harfilianjati - I0622005 - Fak. Teknik
Ketimpangan wilayah masih menjadi permasalahan
utama khususnya di suatu negara berkembang. Infrastruktur memiliki peran
penting dalam menentukan ketimpangan wilayah. Hal tersebut dapat terjadi
apabila pembangunan infrastruktur cenderung terpusat di beberapa area tertentu,
sehingga area yang menjadi pusat pembangunan akan berkembang lebih pesat
dibandingkan dengan area di sekitarnya. Indonesia menjadi negara yang saat ini
terus menerus mengalami perkembangan wilayah. Kabupaten Kulon Progo menjadi
salah satu kabupaten dengan tingkat ketimpangan wilayah tertinggi di Daerah
Istimewa Yogyakarta. Ketimpangan wilayah tersebut disebabkan oleh kurang
optimalnya pembangunan yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Namun selama satu
dekade terkahir, Kabupaten Kulon Progo menunjukkan adanya perkembangan wilayah
yang cukup pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan meningkatnya
aksesibilitas, kepadatan penduduk, dan lahan terbangun yang ada. Sehingga,
penelitian ini menggunakan beberapa variabel fisik dan sosial meliputi,
aksesibilitas, kepadatan penduduk, dan juga lahan terbangun. Hasil penelitian
ini berupa tingkat perkembangan wilayah dari setiap kelurahan/desa yang ada di
Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2016 hingga tahun 2024 beserta dengan
persebarannya. Perkembangan tersebut diukur melalui analisis indeks
perkembangan wilayah menggunakan metode indeks komposit. Berdasarkan analisis
yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Kabupaten Kulon Progo didominasi
oleh kategori perkembangan wilayah sedang/menengah sebanyak 37 kelurahan/desa
dan disusul perkembangan wilayah rendah sebanyak 34 kelurahan/desa. Sementara
itu, kategori perkembangan wilayah tinggi berjumlah 17 kelurahan/desa. Apabila
dilihat berdasarkan persebarannya, perkembangan wilayah tinggi cenderung mengelompok
di sekitar pusat area Kabupaten Kulon Progo. Kelurahan/desa dengan perkembangan
wilayah tinggi juga berada di sekitar lokasi dibangunnya infrastruktur skala
besar seperti bandar udara. Perkembangan wilayah sedang/menengah menjadi zona
transisi yang berada di sekitar kelurahan/desa dengan perkembangan wilayah
tinggi. Beberapa kelurahan/desa dengan perkembangan wilayah sedang/menengah
juga berada di sekitar lokasi dibangunnya rencana pintu tol. Sementara itu, perkembangan
wilayah rendah cenderung mengelompok di sisi utara Kabupaten Kulon Progo. Kelurahan/desa
dengan perkembangan wilayah rendah juga dapat diketahui berada di sekitar
kawasan pesisir pantai Kabupaten Kulon Progo. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat
perkembangan wilayah yang ada di Kabupaten Kulon Progo masih belum sepenuhnya
merata.