Abstrak


Pengaruh Penambahan Bahan Organik Untuk Mereduksi Terbentuknya Retakan Tanah Vertisol di Kecamatan Bayat


Oleh :
Suka Ardhi Adza - H0222120 - Fak. Pertanian

Tanah Vertisol sering menghadapi kendala terkait sifat fisik akibat kembang kerut yang tinggi hingga terbentuknya retakan akibat dominasi mineral montmorilonit. Berbagai penggunaan tanah Vertisol. Retakan terbentuk ketika tanah mulai kehilangan kadar air, yang menyebabkan tegangan tarik melebihi kekuatan tanah menahan tegangan. Penambahan bahan organik pada tanah vertisol mampu mengurangi terbentuknya retakan tanah selama proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bahan organik terhadap waktu muncul retakan selama pengeringan dan mereduksi terbentuknya retakan pada tanah Vertisol. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Kecamatan Bayat, Simulasi lapangan dilakukan di Laboratorium Jumantono Karanganyar, analisis laboratorium dilakukan di Fisika dan Konservasi tanah, serta laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UNS. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan, dengan menggunakan bahan organik Biochar sekam padi (BSP), Pupuk kandang ayam (PKA), Pupuk kandang kambing (PKK) dengan dosis 20 ton/ha dan 40 ton/ha serta kombinasi antar bahan organik.  Parameter yang diamati meliputi Luas Permukaan tanah, rata-rata luas bongkahan, rata-rata lebar retakan, jumlah unit retakan, COLE, Free Swell Index, C-Organik, KTK, dan pH H2O, kemudian dilakukan analisis data menggunakan Uji ANOVA, DMRT, dan Korelasi. Hasil penelitian menunjukan tidak memberikan pengaruh terhadap waktu muncul retakan namun berpengaruh untuk mereduksi terbentuknya retakan yang lebih besar. Perlakuan dosis penuh pupuk kandang ayam (F) mampu meningkatkan kandungan C-Organik, KTK, dan pH tanah serta menggurangi kembang kerut tanah, selain itu jumlah unit retakan dan luas permukaan yang semakin meningkat serta rata-rata luas bongkahan dan rata-rata lebar retakan yang semakin menurun menunjukan peningkatan stabilitas agregat dan penurunan laju kehilangan air serta meningkatkan gaya tegangan ketika pengeringan. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan bahan organik mampu memperkecil terbentuknya retakan dan menurunkan retakan tanah setelah pengeringan.