Abstrak


PERUBAHAN KONDISI KEBERLANJUTAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN KEMIJEN, KOTA SEMARANG


Oleh :
Mohammad Brahmantyoadji - I0622049 - Fak. Teknik

Kelurahan Kemijen di Kota Semarang merupakan kawasan permukiman pesisir yang sangat rentan terhadap banjir rob akibat topografi lahan yang rendah, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan air laut. Kondisi-kondisi ini dapat memengaruhi keberlanjutan permukiman dari dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Untuk mengendalikan banjir rob, Pemerintah Kota Semarang menerapkan Sistem Polder Kali Banger, yang terdiri dari kolam retensi (long storage), jaringan drainase, stasiun pompa, pintu air, dan tanggul yang beroperasi sebagai satu sistem terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan keberlanjutan permukiman di Kemijen sebelum dan sesudah pembangunan Sistem Polder Kali Banger, serta menentukan tingkat keberlanjutan setelah sistem tersebut beroperasi. Pendekatan deduktif dan metode kuantitatif diterapkan dengan menggunakan analisis deskriptif dan penilaian skor pada ketiga dimensi keberlanjutan tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan sumber sekunder. Penelitian ini melibatkan 99 responden yang tersebar secara proporsional di 11 Rukun Tetangga (RT); responden disyaratkan telahtinggal di Kelurahan Kemijen sebelum tahun 2017 dan masih menetap di sana pada tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor keseluruhan meningkat dari 55 sebelum pembangunan menjadi 61 setelah pembangunan, sementara indeks keberlanjutan meningkat dari 83,33% menjadi 92,42%. Peningkatan paling nyata terjadi pada aspek keselamatan dan kenyamanan, perubahan mata pencaharian, elevasi lantai bangunan, drainase, kondisi banjir, dan akses ke fasilitas kesehatan. Kepemilikan hunian, akses air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, aksesibilitas jalan lingkungan, dan kondisi fisik bangunan sudah tergolong baik dan tetap stabil. Kategori keberlanjutan ruang terbuka hijau tidak mengalami peningkatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa Sistem Polder Banger berkontribusi terhadap keberlanjutan permukiman terutama dengan mengurangi paparan banjir dan memperkuat kapasitas adaptif. Namun, manfaat jangka panjang memerlukan pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan, partisipasi masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten.