Abstrak
Peran Pemandu Dalam Meningkatkan Pengalaman Wisata Edukasi di Diorama Arsip Jogja
Oleh :
Yelenna Sandi Liuna - V0223073 - Sekolah Vokasi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemandu dalam meningkatkan pengalaman wisata edukasi di Diorama Arsip Jogja, mengidentifikasi kendala yang dihadapi pemandu dalam penyampaian materi, serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk menciptakan pengalaman wisata edukasi yang menarik bagi pengunjung. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu memiliki peran penting sebagai penyampai materi sejarah, pemberi pengarahan dan pendampingan selama kunjungan, serta fasilitator dalam menciptakan pengalaman wisata edukasi yang menarik dan bermakna. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan tingkat pemahaman pengunjung serta kesulitan dalam menjaga fokus dan perhatian pengunjung selama kegiatan wisata edukasi berlangsung. Untuk mengatasi kendala tersebut, pemandu menyesuaikan metode penyampaian materi dengan karakteristik pengunjung, membangun komunikasi interaktif melalui sesi tanya jawab, memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pendukung, serta menciptakan suasana kunjungan yang menarik dan tidak monoton. Dengan demikian, kompetensi pemandu dalam berkomunikasi, beradaptasi dengan karakteristik pengunjung, dan memanfaatkan media pendukung menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisata edukasi di Diorama Arsip Jogja. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemandu memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pengalaman wisata edukasi di Diorama Arsip Jogja. Keberhasilan penyampaian materi tidak hanya dipengaruhi oleh penguasaan informasi sejarah, tetapi juga oleh kemampuan pemandu dalam berkomunikasi, beradaptasi dengan karakteristik pengunjung, serta menerapkan strategi penyampaian yang interaktif dan didukung oleh pemanfaatan media pendukung sehingga tercipta pengalaman wisata edukasi yang menarik, bermakna, dan mudah dipahami oleh pengunjung.