Abstrak


Collaborative Governance dalam Optimalisasi Pariwisata Museum Manusia Purba Sangiran


Oleh :
Wulan Cahya Dwi Yunita - D0122138 - Fak. ISIP

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pariwisata Museum Manusia Purba Sangiran yang ditandai dengan jumlah pengunjung yang fluktuatif dan tren menurun meskipun sudah ada kerja sama antar berbagai stakeholders serta promosi. Museum Manusia Purba Sangiran sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage) oleh UNESCO dan memiliki nilai penting sebagai destinasi wisata sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan triangulasi sumber serta analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam optimalisasi pariwisata Museum Manusia Purba Sangiran melalui 5 tahap menurut Ansell & Gash (2008). Pada tahap face to face dialogue (dialog tatap muka) berupa adanya rapat bersama dengan negosiasi. Selanjutnya, pada tahap trust building (membangun kepercayaan) dengan tidak ada riwayat konflik dan pembagian risiko dan tahap commitment to the process (komitmen terhadap proses) berupa event bersama secara terbuka serta ketergantungan. Pada tahap shared understanding (pemahaman bersama) dengan adanya visi, nilai, serta masalah bersama. Kemudian pada tahap intermediate outcomes (hasil sementara) berupa adanya keuntungan yang didapatkan. Namun, pada tahap trust building (membangun kepercayaan) kurang optimal karena adanya permasalahan lapangan dan pembagian retribusi tiket museum sehingga jumlah pengunjung Museum Manusia Purba Sangiran belum meningkat.