Abstrak
Pengembangan Model Sistem Dinamik untuk Indeks Keselamatan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia
Oleh :
Faris Hadiyan Hasya - I0122075 - Fak. Teknik
Kecelakaan lalu lintas dapat menimbulkan risiko lanjutan berupa kecelakaan sekunder selama proses penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kondisi keselamatan TKP bersifat dinamis karena dipengaruhi oleh interaksi faktor manusia, kendaraan, jalan/lingkungan, dan manajemen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model sistem dinamik untuk merepresentasikan Indeks Keselamatan TKP serta menganalisis pengaruh skenario peningkatan kapabilitas penanganan terhadap perubahan kondisi keselamatan dari waktu ke waktu. Model mengadaptasi struktur model terdahulu dengan mengubah variabel investasi biaya menjadi indeks kapabilitas penanganan agar lebih sesuai dengan keterbatasan data operasional di Indonesia.Model dikembangkan dalam bentuk Causal Loop Diagram (CLD) dan Stock-Flow Diagram (SFD) menggunakan Vensim PLE. Data primer diperoleh melalui expert judgement untuk menentukan bobot faktor serta nilai awal variabel kondisi keselamatan dan kapabilitas penanganan. Simulasi dilakukan selama 12 periode pada satu base model dan empat skenario intervensi, yaitu peningkatan kapabilitas faktor manusia, kendaraan, jalan/lingkungan, dan manajemen. Pengujian model meliputi face validity, dimensional consistency, extreme condition test, qualitative behavior reproduction, dan behavior sensitivity analysis.Hasil simulasi menunjukkan bahwa base model mencapai target indeks keselamatan pada periode 8,8. Skenario faktor manusia mencapai target paling cepat pada periode 5,2, diikuti faktor kendaraan pada periode 6,4, faktor manajemen pada periode 6,6, dan faktor jalan/lingkungan pada periode 7,4. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa skenario faktor manusia dan manajemen relatif lebih stabil dalam horizon simulasi. Dengan demikian, peningkatan kapabilitas faktor manusia direkomendasikan sebagai prioritas utama dan faktor manajemen sebagai prioritas pendukung. Hasil penelitian ini bersifat konseptual dan digunakan untuk eksplorasi kebijakan, bukan untuk memprediksi jumlah kecelakaan sekunder secara langsung.