Abstrak


Faktor-Faktor yang Memprediksi Kepuasan Keuangan dan Dampaknyaterhadap Kesejahteraan Psikologis pada Pekerja BelumMenikah di Kota Surakarta


Oleh :
Alviyattu Azzahra - K7622012 - Fak. KIP

Rendahnya literasi keuangan di tengah tingginya akses layanan keuangan digital menjadikan pekerja belum menikah sebagai kelompok yang rentan mengalami ketidakpuasan finansial, sementara studi mengenai determinan kepuasan keuangan pada kelompok ini masih terbatas, khususnya di kota berkembang seperti Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang memprediksi kepuasan keuangan serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis pada pekerja belum menikah di Kota Surakarta. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perilaku manajemen keuangan sebagai prediktor kepuasan keuangan, dengan faktor demografis sebagai variabel kontrol dan kesejahteraan psikologis sebagai variabel dependen akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 387 responden pekerja belum menikah berusia 18–39 tahun di Kota Surakarta, yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan teknik Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan prosedur bootstrapping pada perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku manajemen keuangan merupakan determinan terkuat kepuasan keuangan, mengungguli pengetahuan dan sikap keuangan, sementara kepuasan keuangan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menegaskan bahwa dalam rangkaian model pengetahuan,sikap, dan perilaku, perilaku nyata dalam mengelola keuangan berperan lebih menentukan kepuasan finansial dibandingkan sekadar kapasitas kognitif atau evaluasi psikologis semata, sekaligus memperkuat pentingnya dimensi perilaku sebagai komponen kritis dalam kajian literasi keuangan yang selama ini banyak berfokus pada aspek pengetahuan. Implikasinya, program literasi keuangan bagi pekerja muda perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan, tetapi secara aktif membentuk sikap dan mendorong perubahan perilaku manajemen keuangan yang bertanggung jawab