Abstrak


Analisis Daya Saing Ekspor Sotong dan Cumi Indonesia di Pasar Internasional


Oleh :
Nova Fitria Arivianto - H0821089 - Fak. Pertanian

Komoditas sotong dan cumi Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di pasar ekspor internasional. Hal tersebut tercermin dari peningkatan nilai ekspor sotong dan cumi Indonesia dari USD 427,9 juta pada tahun 2020 menjadi USD 734,1 juta pada tahun 2024 atau meningkat sebanyak 71,6% dalam lima tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut belum mampu menunjukkan bagaimana daya saing Indonesia dengan negara eksportir lainnya seperti China, India, Spanyol, dan Peru yang juga memiliki nilai ekspor yang besar di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor komoditas sotong dan cumi Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis RSCA (Revealed Symmetric Comparative Advantage), ECI (Export Competitiveness Index), ISP (Indeks Spesialisasi Perdagangan), dan AR (Acceleration Ratio) dengan data sekunder time series 2005-2024. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata RSCA Indonesia sebesar 0,45 menandakan Indonesia memiliki keunggulan komparatif. Nilai rata-rata ECI Indonesia sebesar 1,17 menunjukkan peningkatan pangsa pasar yang konsisten. Nilai rata-rata ISP Indonesia sebesar 0,89 menunjukkan bahwa Indonesia cenderung sebagai pengekspor dan berada pada tahap kematangan. Nilai rata-rata AR Indonesia sebesar 1,18 menunjukkan Indonesia mampu merebut pangsa pasar ekspor di pasar internasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komoditas sotong dan cumi Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional baik dari aspek keunggulan komparatif, keunggulan kompetitif, posisi perdagangan, maupun akselerasi ekspor. Oleh karena itu, daya saing sotong dan cumi Indonesia perlu dipertahankan dan diperkuat melalui peningkatan produktivitas dan kontinuitas pasokan, peningkatan efisiensi logistik dan infrastruktur pelabuhan, pemantauan persyaratan pasar tujuan, serta pemantauan perkembangan permintaan dan preferensi pasar ekspor.