Abstrak


Determinan Tingkat Keparahan Korban pada Kecelekaan Lalu Lintas yang Melibatkan Sepeda Motor di Kota Surakarta


Oleh :
Salma Arista Putri Sukamto - I0122168 - Fak. Teknik

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor merupakan isu penting keselamatan jalan di Kota Surakarta karena sepeda motor mendominasi catatan kecelakaan dan penggunanya rentan mengalami konsekuensi cedera berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi tingkat keparahan korban, mengevaluasi kelayakan pendekatan ordinal, mengidentifikasi faktor yang berasosiasi dengan peluang fatal/luka berat, serta merumuskan prioritas keselamatan yang relevan dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK).Penelitian menggunakan data sekunder kecelakaan lalu lintas Satlantas Polresta Surakarta periode 2023–2026. Dari 4.390 catatan kecelakaan, diperoleh 4.285 catatan yang melibatkan sedikitnya satu sepeda motor. Audit distribusi menunjukkan sembilan catatan tanpa luka dan satu catatan luka berat, sehingga pendekatan ordinal tidak digunakan sebagai model utama. Tingkat keparahan kemudian dikodekan menjadi nonfatal dan fatal/luka berat, lalu dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Kinerja model dievaluasi menggunakan area under the curve (AUC), average precision, plot kalibrasi, dan Brier score. Hasil penelitian menunjukkan 180 catatan (4,20%) termasuk kategori fatal/luka berat. Faktor yang berasosiasi dengan peningkatan odds fatal/luka berat adalah kejadian pukul 00.00–05.59, tabrakan dengan pejalan kaki, keterlibatan mobil penumpang, keterlibatan bus atau truk, dan catatan yang hanya melibatkan pengendara laki-laki. Sebaliknya, kecelakaan tunggal berasosiasi dengan odds fatal/luka berat yang lebih rendah dibandingkan tabrakan depan–samping. Model menghasilkan AUC 0,742, average precision 0,156, dan Brier score 0,038. Temuan ini mendukung prioritas penanganan berbasis waktu kejadian, konflik pejalan kaki, komposisi kendaraan, dan peningkatan kualitas data kecelakaan.