Abstrak
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN SELF-REGULATION PADA MAHASISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Oleh :
Ayu Nur Hanifah - K5122012 - Fak. KIP
Penelitian ini mengkaji hubungan antara penggunaan media sosial dan regulasi diri pada mahasiswa berkebutuhan khusus di pendidikan tinggi, populasi yang masih kurang terwakili dalam literatur perilaku digital. Desain korelasional kuantitatif diterapkan pada 81 mahasiswa berkebutuhan khusus di Universitas Sebelas Maret, dan 51 responden dipilih melalui teknik simple random sampling. Penggunaan media sosial diukur dengan Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan regulasi diri dengan Self-Regulation Questionnaire (SRQ), keduanya berskala Likert empat poin. Validitas isi ditetapkan melalui penilaian ahli menggunakan Aiken's V, uji daya beda item mempertahankan 15 dari 20 item SONTUS, dan estimasi reliabilitas tergolong cukup hingga baik (SONTUS α = 0.651; SRQ α = 0.863). Analisis deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan media sosial (M = 37.04; SD = 3.779) maupun regulasi diri (M = 78.25; SD = 10.781) berada pada kategori sedang. Uji Kolmogorov–Smirnov memastikan normalitas dan uji penyimpangan linearitas memastikan hubungan yang linear. Korelasi product-moment Pearson menunjukkan hubungan positif namun sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (r = 0.124; p = 0.386). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial bukan penentu utama regulasi diri mahasiswa berkebutuhan khusus, sehingga faktor psikologis, motivasional, dan kontekstual berperan lebih besar. Penelitian ini memberikan bukti empiris bagi praktik pendidikan tinggi inklusif dan wacana regulasi diri digital.