Abstrak
STUDI PERFORMA PRODUKSI, TINGKAH LAKU DAN VARIASI GEN HSP90AB1 PADA PUYUH PETELUR YANG DIPELIHARA DENGAN KEPADATAN KANDANG DAN SUPLEMENTASI BETAIN YANG BERBEDA
Oleh :
Pisonia Widaya - S662202001 - Fak. Peternakan
Pisonia Widaya. S662202001.
Studi Performa Produksi, Tingkah Laku dan Variasi Gen HSP90AB1 pada Puyuh
Petelur yang Dipelihara dengan Kepadatan Kandang dan Suplementasi Betain
yang Berbeda. Pembimbing I :
Prof. Dr.sc.agr. Ir. Adi Ratriyanto, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng. Pembimbing II :
Prof. Dr.agr.Ir. Sigit Prastowo,
S.Pt., M.Si., IPU. ASEAN Eng. Tesis :
Program Studi Peternakan. Fakultas Peternakan. Universitas Sebelas Maret.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
kepadatan kandang dan suplementasi betain
terhadap performa produksi,
tingkah laku, serta variasi gen HSP90AB1 pada puyuh petelur.
Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak
Lengkap Faktorial 2 × 2 dengan dua faktor, yaitu level suplementasi betain (0% dan 0,15%) dan kepadatan kandang
(225 cm²/ekor dan 164 cm²/ekor). Setiap kombinasi
perlakuan diulang enam kali sehingga
diperoleh 24 unit percobaan dengan
total 456 ekor puyuh betina
umur 21 hari. Parameter performa produksi yang diamati meliputi konsumsi
pakan, produksi telur,
feed conversion ratio (FCR), bobot telur, dan massa telur. Pengamatan tingkah laku meliputi
tingkah laku makan
dan minum menggunakan rekaman
CCTV. Analisis variasi gen HSP90AB1 dilakukan dengan metode PCR-RFLP
menggunakan enzim MspI. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata
antara kepadatan kandang dan suplementasi betain terhadap konsumsi pakan, FCR,
dan massa telur (p < 0,05).
Suplementasi betain 0,15% secara nyata meningkatkan konsumsi
pakan, produksi telur, bobot
telur, dan massa
telur dibandingkan tanpa
suplementasi betain.
Kepadatan kandang tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter performa
produksi, namun memengaruhi pola tingkah laku makan dan minum. Analisis
PCR- RFLP menunjukkan adanya variasi gen HSP90AB1 pada populasi puyuh
petelur, serta perbedaan performa produksi antar kelompok genotipe. Dapat
disimpulkan bahwa suplementasi betain berperan penting dalam meningkatkan
performa produksi puyuh petelur pada kondisi kepadatan kandang berbeda, serta
variasi gen HSP90AB1 berpotensi berhubungan dengan perbedaan respon produksi
dan tingkah laku puyuh petelur di lingkungan tropis.
Kata kunci:
puyuh petelur, kepadatan kandang, betain, tingkah laku, HSP90AB1