Abstrak


Karakteristik Marshall AC-WC Modifikasi CPO-Nanosilica dan Inventori Energi-Emisinya pada Skala Laboratorium Berbasis LCA


Oleh :
Dhony Adantha Rangga Kusuma - I0122053 - Fak. Teknik

Peningkatan volume lalu lintas dan beban kendaraan menuntut kualitas perkerasan jalan yang lebih baik dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui modifikasi bahan pengikat aspal untuk meningkatkan kinerja campuran beraspal. Penggunaan minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan berbasis terbarukan serta nanosilica sebagai material penguat diharapkan mampu memperbaiki karakteristik campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC).Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal optimum pada campuran AC-WC dengan bahan pengikat aspal yang dimodifikasi menggunakan CPO dan nanosilica, menganalisis dan membandingkan karakteristik Marshall antara campuran aspal konvensional dan aspal modifikasi serta menganalisis konsumsi energi serta emisi gas rumah kaca menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) pada tahapan pengadaan material, mobilisasi, dan proses laboratorium.Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa kadar aspal optimum (KAO) dan kadar aspal terpilih campuran AC-WC konvensional sebesar 5,8%, sedangkan campuran AC-WC dengan CPO 4% dan variasi nanosilica 3%, 5%, dan 7% berturut-turut sebesar 6,4%, 6,1%, dan 5,9%. Variasi CPO 4% dengan nanosilica 5% memberikan kinerja mekanis terbaik di antara variasi modifikasi dengan nilai stabilitas 1097,10 kg, nilai flow 3,04 mm, dan nilai Marshall Quotient 360,88 kg/mm. Hasil analisis LCA dengan batas sistem cradle-to-laboratory gate pada skala laboratorium menunjukkan bahwa campuran modifikasi memiliki konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi dibandingkan campuran konvensional, namun mampu meningkatkan kinerja teknis campuran AC-WC.