;

Abstrak


Pengaruh Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Antarwilayah di Indonesia


Oleh :
David Andrean - S422408002 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah. Namun, efektivitas KEK dalam menciptakan spillover effect terhadap wilayah sekitarnya masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola keterkaitan spasial pertumbuhan ekonomi serta pengaruh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), belanja modal pemerintah, Rasio Gini, dan Kemandirian Keuangan Daerah (KKD) terhadap pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Indonesia. Penelitian menggunakan data panel 186 kabupaten/kota yang memiliki keterkaitan dengan KEK selama periode 2019-2024. Analisis dilakukan menggunakan Local Indicator of Spatial Association (LISA) untuk mengidentifikasi pola keterkaitan spasial dan Spatial Durbin Model (SDM) untuk mengestimasi pengaruh langsung dan spillover antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi membentuk klaster spasial High-High dan Low-Low. KEK secara umum menghasilkan spillover positif terhadap wilayah sekitar, terutama pada KEK industri dan KEK di luar Pulau Jawa. Belanja modal pemerintah, KKD, dan PMA berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan spillover positif, PMDN memiliki spillover positif di luar Pulau Jawa, sedangkan IPM, TPAK, dan Rasio Gini secara umum tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas KEK sebagai pusat pertumbuhan lebih ditentukan oleh investasi, kapasitas fiskal daerah, pembangunan infrastruktur, dan keterkaitan ekonomi antarwilayah dibandingkan keberadaan kawasan itu sendiri.