Abstrak


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani dalam Penjualan Gabah Kering Melalui Persepsi Petani di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman


Oleh :
Irfan Nur Hidayat - H0422054 - Fak. Pertanian

Gabah Kering Panen atau GKP merupakan hasil utama usaha tani padi yang berperan penting terhadap pendapatan dan keberlanjutan usaha petani. Petani sering menghadapi fluktuasi harga, keterbatasan informasi pasar, perbedaan kualitas gabah, kebutuhan dana setelah panen, serta ketergantungan terhadap tengkulak. Kondisi tersebut membuat keputusan penjualan tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh pengetahuan petani, dukungan penyuluh, peran kelompok tani, dan persepsi petani terhadap proses pemasaran. Kecamatan Ngemplak dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki basis pertanian padi yang kuat dan mencatat serapan gabah sebesar 415.277 kg pada periode Februari sampai September 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh langsung pengetahuan petani terhadap fluktuasi harga gabah, peran penyuluh pertanian, dan peran kelompok tani terhadap persepsi petani dan keputusan penjualan GKP. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh tidak langsung ketiga faktor tersebut terhadap keputusan penjualan melalui persepsi petani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Sampel penelitian berjumlah 83 petani dari Kelompok Tani Bima Mulya, Sido Makmur Pondok I, dan Subur Jangkang. Jumlah responden setiap kelompok ditentukan secara proporsional, kemudian responden dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan analisis jalur dengan bantuan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani terhadap fluktuasi harga gabah, peran penyuluh pertanian, dan peran kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi petani. Pengaruh terbesar berasal dari pengetahuan petani terhadap fluktuasi harga gabah dengan nilai pengaruh terstandar sebesar 0,498. Peran penyuluh pertanian memiliki pengaruh sebesar 0,378, sedangkan peran kelompok tani sebesar 0,320. Ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,7 persen variasi persepsi petani. Persepsi petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penjualan GKP dengan nilai pengaruh terstandar sebesar 0,615. Pengetahuan petani terhadap fluktuasi harga gabah dan peran kelompok tani juga berpengaruh langsung secara positif dan signifikan terhadap keputusan penjualan, masing-masing sebesar 0,156 dan 0,188. Peran penyuluh pertanian tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap keputusan penjualan, tetapi berpengaruh melalui pembentukan persepsi petani. Pengaruh tidak langsung terbesar terhadap keputusan penjualan melalui persepsi berasal dari pengetahuan petani terhadap fluktuasi harga gabah sebesar xii 0,307. Pengaruh tidak langsung peran penyuluh pertanian sebesar 0,233, sedangkan peran kelompok tani sebesar 0,197. Model penelitian mampu menjelaskan 68,9 persen variasi keputusan penjualan GKP. Hasil tersebut menunjukkan bahwa persepsi petani menjadi faktor utama yang menghubungkan informasi harga, penyuluhan, dan dukungan kelompok tani dengan keputusan penjualan gabah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas keputusan penjualan GKP perlu dilakukan melalui penguatan literasi harga, penyediaan informasi pasar yang mudah diakses, peningkatan materi penyuluhan pemasaran, dan penguatan kelompok tani sebagai lembaga ekonomi petani. Pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani perlu membantu petani memahami harga, standar mutu, pilihan pembeli, risiko pasar, serta strategi penjualan agar petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat.